Senin, 08 Feb 2021 20:57 WIB

Varian Baru Corona Inggris Melonjak 2 Kali Lipat di AS, Ini Temuan CDC

Ayunda Septiani - detikHealth
Isolation Quarantine Coronavirus Covid 19 Virus Corona COVID-19 (Foto: Getty Images/Xesai)
Jakarta -

Varian baru virus Corona COVID-19 yang pertama kali ditemukan di Inggris meningkat dua kali lipat di Amerika Serikat (AS) setiap 10 hari. The Center of Disease and Prevention (CDC) melakukan penelusuran soal ini.

Dikutip dari laman The Hill, temuan dari hasil penelitian yang dirilis pada Minggu (7/2/2021) tersebut menggambarkan potensi risiko peningkatan kasus dan kematian di AS.

Sekelompok peneliti memperkirakan varian baru virus Corona Inggris, yang disebut B117, menyebar pada tingkat penularan 35 hingga 45 persen atau lebih. Varian ini diprediksi akan menjadi varian utama yang menyerang warga AS pada Maret mendatang.

Studi ini dirilis di medRxiv, namun belum mendapat tinjauan ulang atau dipublikasikan dalam jurnal medis.

"Studi kami menunjukkan bahwa AS berada pada lintasan yang sama dengan negara-negara lain di mana B117 dengan cepat menjadi varian SARS-CoV-2 yang dominan. Dibutuhkan tindakan segera dan tegas untuk meminimalkan morbiditas dan mortalitas Covid-19," tulis studi tersebut.

Para ilmuwan pun menentukan penelitiannya dari setengah juta tes COVID-19 dan 212 genom yang diprediksi oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC). Mereka menyimpulkan strain Inggris akan menjadi varian virus Corona paling umum di AS pada Maret.

Kepada The New York Times, Kristian Andersen, salah satu penulis studi dan ahli virologi di Scripps Research Institute di La Jolla, California, mengatakan "tidak ada dalam makalah ini yang mengejutkan. Tetapi orang perlu mengetahuinya."

Para peneliti memperkirakan bahwa varian Corona Inggris yang pertama kali diumumkan oleh pemerintah Inggris pada 20 Desember lalu, muncul di AS pada awal November.

Menurut CDC, kasus AS pertama terkonfirmasi di Colorado pada 29 Desember. Sejak itu menyebar ke setidaknya 33 negara bagian.

Para ilmuwan mengantisipasi virus tersebut membuat persentase kasus COVID-19 yang lebih tinggi di negara bagian tertentu seperti Florida, di mana 4,5 persen kasus diperkirakan berasal dari varian baru ini.

Secara keseluruhan, varian Inggris diperkirakan mencapai 2 persen dari semua kasus AS. Artinya 1.000 lebih orang mungkin tertular varian baru virus Corona ini setiap hari, menurut laporan tersebut.

CDC telah melaporkan 611 kasus B117 di AS. Tetapi jumlahnya diperkirakan akan jauh lebih tinggi karena rumitnya metode untuk mengonfirmasi kasus yang berasal dari varian Inggris.

Secara total, AS mencatat hampir 27 juta kasus dan lebih dari 463.000 kematian karena Covid-19. Kasus di Januari mencatat kematian terbanyak dan rata-rata rawat inap virus corona tertinggi selama kurang lebih satu tahun pandemi.



Simak Video " Asal-usul Penyebutan Varian COVID-19 'Delta Plus'"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/up)