Selasa, 09 Feb 2021 10:45 WIB

Ustadz Maaher Idap TB Usus Sebelum Meninggal, Begini Pengobatannya

Vidya Pinandhita - detikHealth
Ustadz Maaher / Ustaz Maaher /  Ustaz Maheer Soni Ernata atau Ustadz Maaher meninggal dunia. (Foto: Ustadz Maaher)
Jakarta -

Soni Ernata atau Ustadz Maaher At-Thuwailibi meninggal dunia pada Senin (8/2/2021) pukul 19.45. Menurut pengakuan sang istri, Iqlima Ayu, Ustadz Maaher meninggal dunia akibat TB usus.

TB atau tuberkulosis disebabkan oleh infeksi Mycobacterium tuberculosis. Umumnya, bakteri ini menyerang sistem pernafasan. Namun, bisa juga menginfeksi organ lain atau yang disebut TB ekstra paru (extra pulmonary TB).

Konsultan pencernaan dari RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH menjelaskan, secara umum TB membutuhkan penanganan tepat dan cepat. Pasalnya, pengobatan yang terlambat tak jarang menimbulkan komplikasi lebih besar.

"Kalau tidak ditangani dengan baik atau kadang-kadang terdeteksinya terlambat. Artinya, pasien mencret-mencret taunya TB usus. Sering pasien datang terlambat ke rumah sakit," terang Prof Ari saat dihubungi detikcom, Selasa (9/2/2021).

Penanganan TB usus menggunakan jenis obat anti TBC, sama dengan TB paru-paru. Yang membedakan, pengobatan untuk TB ekstra paru membutuhkan waktu lebih lama daripada TB paru-paru. Pengobatan TB paru umumnya membutuhkan waktu 6 bulan, sementara TB usus membutuhkan waktu sekitar 9 bulan.

Prof Ari menambahkan, proses pengobatan TB dengan antibiotik tidak boleh terputus. Meski dosis pengobatan mungkin menurun dalam hitungan bulan, pengobatan berlangsung disiplin agar tubuh tidak menjadi resistan terhadap obat.

"Sudah mulai terdeteksi kasus-kasus di Indonesia itu yang multidrug resistant. Artinya, pakai obat dia kebal, karena tadi dia minum obatnya putus-putus. Memang harus diwanti-wanti. Ketika dia terdiagnosis TB, itu minum obatnya nggak boleh putus," imbuhnya.

Pada kasus TB usus akut, penanganan mungkin membutuhkan operasi pembuatan kantong untuk membantu fungsi usus yang rapuh, atau usus mengalami penyempitan.

Akan tetapi, pengobatan TB usus tetap memerlukan obat antibiotik yang wajib dikonsumsi secara teratur. Dengan pengobatan tepat, tak sedikit pasien TB usus bisa sembuh selama tidak memiliki riwayat penyakit penyerta.

"Banyak pasien saya sembuh. Prinsipnya kalau pasiennya kontrol teratur, Insya Allah sembuh.Tapi, tentu kondisinya pada saat masuk itu sudah tidak ada penyakit-penyakit lain penyerta," pungkas Prof Ari.



Simak Video "Cara Bedakan Penyakit TBC dengan Virus Corona dari Kemenkes"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)