WHO Akan Setujui Vaksin Corona AstraZeneca Pertengahan Februari 2021

WHO Akan Setujui Vaksin Corona AstraZeneca Pertengahan Februari 2021

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Kamis, 11 Feb 2021 11:06 WIB
WHO Akan Setujui Vaksin Corona AstraZeneca Pertengahan Februari 2021
Foto: DW (News)
Jakarta -

Dibeli Indonesia, vaksin Corona AstraZeneca disebut bisa segera mendapat persetujuan izin darurat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada pertengahan Februari.

"Vaksin COVID-19 AstraZeneca sedang dalam tahap akhir peninjauan untuk daftar penggunaan darurat dari WHO dan dapat menerima persetujuan pada pertengahan Februari," jelas badan kesehatan PBB pada hari Rabu, dikutip dari Reuters, Kamis (11/2/2020).

Dalam briefing bersama para ahli WHO, disebutkan vaksin Corona AstraZeneca sangat direkomendasikan penggunaannya secara luas. Ditekankan, vaksin Corona AstraZeneca memiliki manfaat lebih besar dibandingkan risikonya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami berharap ini akan segera diikuti oleh daftar penggunaan darurat produk ini," jelas kepala ilmuwan WHO Soumya Swaminathan.

Sebelumnya, vaksin Corona AstraZeneca ditunda penggunaannya di Afrika Selatan. Hal ini berkaitan dengan varian baru Corona Afrika Selatan yang belakangan dikhawatirkan tak efektif dilawan dengan vaksin tersebut.

ADVERTISEMENT

Studi yang belum dirilis publikasinya dengan melibatkan sekitar 2.000 relawan, rata-rata usia 31 tahun, menunjukkan data awal perlindungan minimal pada kasus COVID-19 bergejala ringan hingga sedang dari varian Corona yang diidentifikasi di Afrika Selatan.

Meski begitu, WHO tetap merekomendasikan penggunaan vaksin Corona AstraZeneca pada negara yang memiliki varian Afrika Selatan. Mengapa?

"Hal yang dipertimbangkan oleh Strategic Advisory Group of Experts on Immunisation (SAGE) adalah kebutuhan untuk menghentikan penyakit ini dan terutamanya mencegah orang-orang meninggal. Saya kira tidak ada alasan untuk mengeluarkan rekomendasi beberapa minggu kemudian karena menunggu informasi, saat kita sudah memiliki bukti yang cukup," kata Ketua SAGE Alejandro Cravioto seperti dikutip dari The Guardian, Kamis (11/2/2021).




(naf/fds)

Berita Terkait