Kamis, 11 Feb 2021 13:00 WIB

Ngeluh Gejala Ringan, Anak 9 Tahun Meninggal Positif COVID-19 saat Tidur

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal
Jakarta -

COVID-19 bisa menyerang segala usia, bocah 9 tahun tertular COVID-19 hingga dinyatakan meninggal dunia. Padahal, ia baru dinyatakan positif Corona tiga hari sebelumnya.

Ia juga mulanya tak mengeluhkan gejala COVID-19 berat. Hanya beberapa kali mengeluh merasa lelah dan sakit perut.

"Dia tidak memiliki masalah pernapasan. Tidak ada hal besar yang terjadi. Semua gejalanya ringan," tutur bibi dari bocah 9 tahun bernama Makenzie Gongora, asal Texas, dikutip dari FoxNews.

Sehari setelah dinyatakan positif COVID-19, bocah ini mengalami gejala COVID-19 demam, suhu badannya mencapai 29 derajat Celcius. Namun, saat dibawa ke dokter, ia tak perlu menjalani perawatan intensif dan dokter hanya menyarankan untuk terus memantau kondisi demamnya selagi di rumah.

Hingga keesokan harinya, bocah ini mulai mengeluh sakit kepala luar biasa dan terus menerus merasa kelelahan. Sang ibu pun hanya menyuruh dirinya istirahat.

Saudaranya juga ikut memantau kondisi anak tersebut, hingga mulai menyadari ada yang tak beres, karena denyut nadi Makenzie tak bisa ditemukan.

"Kakak ipar saya kemudian memeriksanya di malam hari dan menyadari bahwa dia tidak lagi bernapas dan tidak dapat menemukan denyut nadinya," kata sang ibu.

Ia dinyatakan meninggal dunia pada 1 Februari dalam kondisi tidur, tiga hari sesudah dinyatakan positif COVID-19.

Pihak keluarga meyakini kematian Makenzie sudah pasti berkaitan dengan COVID-19. Namun, mereka masih terus menunggu laporan detail dari pemeriksaan medis soal kematiannya.

Tak lama, kedua saudaranya juga dinyatakan positif COVID-19, termasuk ayah dari anak yang baru menginjak kelas 4 SD ini. Akibat kejadian tersebut, mereka mengingatkan kalau anak kecil bisa terpapar COVID-19 hingga berakhir kritis.

Mereka menyesal kejadian ini bisa terjadi pada Makenzie meskipun merasa sudah melakukan protokol kesehatan COVID-19 cukup ketat.

"(Orang tua Makenzie) mengikuti semua pedoman yang diberikan dari dokter, dan para dokter juga bingung (mengapa) Makenzie adalah salah satu anak yang tertularCOVID-19," jelas saudaranya.



Simak Video "Hati-hati dengan Badai Sitokin "
[Gambas:Video 20detik]
(naf/fds)