Kamis, 11 Feb 2021 14:31 WIB

Diidap Komisioner Bawaslu Surabaya, Ini Beda Gejala COVID-19 dan Tipes

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
COVID-19 named by WHO for Novel coronavirus NCP concept. Doctor or lab technician in PPE suit holding blood sample with novel (new) coronavirus  in Wuhan, Hubei Province, China, medical and healthcare Foto: Getty Images/iStockphoto/Pornpak Khunatorn
Jakarta -

Komisioner Bawaslu Surabaya Yakub Baliyya Al Arief meninggal dunia. Yakub meninggal terkonfirmasi positif COVID-19.

Menurut Ketua Bawaslu Surabaya M Agil Akbar, almarhum diketahui terpapar COVID-19 setelah dirawat di rumah sakit. Sebab, sebelumnya ia sempat tipes, dan memiliki penyakit komorbid diabetes.

"Sebelumnya sakit tipes. Jadi dia memang punya penyakit bawaan banyak. Ada diabet dan tipes juga. Diabetnya yang parah. Sebelumnya bahkan sudah pernah masuk RS. Sebelum coblosan," jelasnya.

Tak sedikit yang sulit membedakan gejala tipes dan gejala COVID-19. Memang, beberapa gejalanya seperti demam, sakit kepala, hingga diare juga kerap dialami pasien Corona.

Namun, ada beberapa perbedaan yang bisa dilihat di masa awal terpapar COVID-19 atau tipes. Berikut perbedaannya, dikutip dari berbagai sumber.

1. Gejala tipes

Penyakit tipes adalah demam typhoid yang terjadi karena adanya infeksi bakteri Salmonella. Salah satu yang paling sering dikeluhkan baik pada pasien Corona maupun tipes adalah demam.

Namun, bedanya pada gejala tipes, demam hanya muncul di satu hingga tiga minggu usai terinfeksi. Disertai dengan gejala diare, sakit kepala, hingga sakit perut.

Gejala tipes bisa terus memburuk selama beberapa minggu jika tak segera diatasi. Sebab, gejala tipes juga bisa memicu komplikasi termasuk pada sistem pencernaan.

Sementara untuk pengobatan gejala tipes di awal terinfeksi, biasanya diberikan antibiotik selama satu hingga dua pekan. Berikut sederet gejala tipes:

- Demam berkepanjangan
- Kelelahan
- Sakit perut
- Sembelit atau diare
- Beberapa pasien mengalami ruam

Gejala tipes serius bisa memicu komplikasi bahkan hingga kematian.

2. Gejala COVID-19

Gejala COVID-19 cukup berbeda di beberapa pasien. Ada yang mengalami gejala COVID-19 ringan hingga berat dan fatal.

Namun, gejala COVID-19 khas yang kerap dilaporkan hingga saat ini adalah demam, batuk, hingga hilangnya indra penciuman dan perasa. Dalam kasus berat, biasanya pasien mengeluh gejala COVID-19 sesak napas.

Berbeda dengan tipes, beberapa pasien COVID-19 mengalami gejala demam di awal terinfeksi bukan di beberapa minggu setelah terpapar. Berikut gejala COVID-19 tak biasa hingga yang umum dikeluhkan.

Gejala COVID-19 umum:

- Demam
- Batuk
- Kehilangan indra penciuman dan perasa
- Kelelahan
- Diare
- Sakit tenggorokan
- Sakit kepala

Gejala COVID-19 tak biasa:

- Konjungtivitis atau peradangan pada mata
- Ruam kulit
- Perubahan warna pada jari tangan dan kaki
- Delirium
- Parosmia

Gejala COVID-19 berat:

- Sesak napas
- Nyeri dada



Simak Video "Reaksi Kulit yang Bisa Terjadi Pada Pasien Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)