Jumat, 12 Feb 2021 16:39 WIB

Vaksin COVID-19 Sinovac Dipakai untuk Kelompok Komorbid-Ibu Menyusui

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Ribuan tenaga kesehatan (nakes) menjalani vaksinasi COVID-19 di Surabaya. Ada 4 ribu lebih nakes yang disuntik vaksin COVID-19. Vaksinasi COVID-19. (Foto: ANTARA FOTO/Zabur Karuru)
Jakarta -

Kementerian Kesehatan RI telah mengeluarkan surat edaran resmi untuk pelaksanaan vaksinasi COVID-19 kepada kelompok lansia, komorbid, ibu menyusui, dan penyintas COVID-19. Peraturan ini tertuang dalam surat edaran dengan Nomor HK.02.02/11/368/2021.

Dalam pelaksanaannya, vaksin yang digunakan adalah vaksin Corona buatan Sinovac.

"Iya (vaksin Sinovac)," juru bicara vaksinasi COVID-19 dari Kemenkes, dr Siti Nadia Tarmizi, saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (12/2/2021).

Menurut dr Nadia, vaksin Sinovac telah terbukti keamanannya untuk diberikan kepada kelompok lansia, komorbid, dan ibu menyusui. Meski begitu, tetap perlu adanya pemeriksaan medis terlebih dahulu apakah calon penerima layak atau tidak diberikan vaksin, khususnya untuk kelompok lansia dan komorbid.

dr Nadia mengatakan dengan adanya surat edaran ini pelaksanaan vaksinasi kepada kelompok-kelompok tersebut sudah bisa dimulai dari sekarang. Meski begitu, saat ini vaksinasi COVID-19 masih diprioritaskan untuk tenaga kesehatan terlebih dahulu.

Sejumlah kriteria khusus untuk pelaksanaan vaksinasi COVID-19 kepada kelompok komorbid pun telah direkomendasikan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam (PAPDI), khususnya untuk penggunaan vaksin Sinovac.

Berikut syaratnya untuk kelompok komorbid yang belum layak mendapat vaksin Sinovac.

a. Reaksi alergi berupa anafilaksis dan reaksi alergi berat akibat vaksin Sinovac dosis pertama ataupun akibat dari komponen yang sama yang terkandung pada vaksin Sinovac.

b. Penyakit autoimun sistemik, seperti Systemic Lupus Erythematosus (SLE), Sjogren, Rheumatoid Arthritis, Vaskulitis. Khusus untuk tiroid autoimun, penyakit autoimun hematologi dan inflammatory bowel disease (lBD) layak vaksinasi selama remisi dan terkontrol, konsultan dengan dokter di bidang terkait.

c. Individu yang sedang mengalami infeksi akut. Jika infeksinya sudah teratasi maka dapat dilakukan vaksinasi Sinovac. Pada infeksi TB, pengobatan OAT perlu minimal 2 minggu untuk layak vaksinasi.

d. Kanker darah, kanker tumor padat, kelainan darah seperti thalasemia, imunohematologi, hemofilia, gangguan koagulasi maka kelayakan dari individu dengan kondisi ini ditentukan oleh dokter ahli di bidang terkait, konsultan terlebih dahulu sebelum pemberian vaksin Sinovac.

e. Individu yang menggunakan obat imunosupresan, sitostatika dan radioterapi.

f. Penyakit kronik (seperti PPOK dan asma, penyakit jantung, penyakit metabolik, hipertensi, gangguan ginjal) yang sedang dalam kondisi akut atau yang belum terkendali.



Simak Video "Total Vaksin COVID-19 yang Diterima RI Masih 30% dari Kebutuhan"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/fds)
dMentor
×
Franchise Bisnis Kecantikan hingga Pelosok Daerah
Franchise Bisnis Kecantikan hingga Pelosok Daerah Selengkapnya