Rabu, 10 Feb 2021 15:32 WIB

Kriteria Lengkap dan Terbaru Lansia yang Boleh dan Tak Boleh Divaksin COVID-19

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Sebanyak 14 tenaga medis di Depok menjalani proses vaksinasi COVID-19. Para tenaga medis itu disuntik vaksin Sinovac. Foto: Dedy Istanto/Detikcom
Jakarta -

Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam (PAPDI) mengeluarkan rekomendasi pemberian vaksin Corona, termasuk pada lansia hingga penyintas COVID-19. Meski belum menjadi prioritas, penyintas COVID-19 menurut PAPDI layak mendapat vaksin Corona dengan syarat.

"Penyintas COVID-19 jika sudah sembuh minimal 3 bulan, maka layak diberikan vaksin COVID-19," jelas rilis yang diterima detikcom Rabu (10/2/2021).

Sementara untuk usia di atas 59 tahun, PAPDI menyarankan perlunya melihat kondisi frailty (kerapuhan) individu tersebut. Adapun yang menjadi bahan pertimbangan dari layak atau tidaknya lansia menerima vaksin Corona didasarkan beberapa poin.

Salah satu poinnya termasuk seberapa sering orang tersebut merasa lelah hingga berapa banyak penyakit yang diidap lansia. Selain itu PAPDI juga memperbarui rekomendasi pemberian vaksin Corona Sinovac pada pengidap komorbid.

Berikut detail revisi rekomendasi dari PAPDI yang diterima detikcom.

1. Untuk individu dengan komorbid, maka kriteria berikut merupakan keadaan yang belum layak untuk dilakukan vaksinasi Coronavac:

a. Reaksi alergi berupa anafilaksis dan reaksi alergi berat akibat vaksin Coronavac dosis pertama ataupun akibat dari komponen yang sama yang terkandung pada vaksin Coronavac.

b. Penyakit autoimun sistemik, seperti Systemic Lupus Erythematosus (SLE), Sjogren, Rheumatoid Arthritis, Vaskulitis. Khusus untuk tiroid autoimun, penyakit autoimun hematologi dan inflammatory bowel disease (lBD) layak vaksinasi selama remisi dan terkontrol, konsultan dengan dokter di bidang terkait.

c. Individu yang sedang mengalami infeksi akut. Jika infeksinya sudah teratasi maka dapat dilakukan vaksinasi Coronavac. Pada infeksi TB, pengobatan OAT perlu minimal 2 minggu untuk layak vaksinasi.

d. Kanker darah, kanker tumor padat, kelainan darah seperti talasemia, imunohematologi, hemofilia, gangguan koagulasi maka kelayakan dari individu dengan kondisi ini ditentukan oleh dokter ahli di bidang terkait, konsultan terlebih dahulu sebelum pemberian vaksin Coronavac.

e. Individu yang menggunakan obat imunosupresan, sitostatika dan radioterapi.

f. Penyakit kronik (seperti PPOK dan asma, penyakit jantung, penyakit metabolik, hipertensi, gangguan ginjal) yang sedang dalam kondisi akut atau yang belum terkendali

2. Kondisi yang berada di luar kriteria di atas, maka layak untuk diberikan vaksin Coronavac.

3. Penyintas COVID-19 jika sudah sembuh minimal 3 bulan, maka layak diberikan vaksin COVID-19

Simak rekomendasi selengkapnya vaksin Corona untuk lansia di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Apakah Tubuh Jadi Kebal COVID-19 Setelah Divaksin? "
[Gambas:Video 20detik]