Selasa, 09 Feb 2021 20:33 WIB

Ada Titik Terang, Sebentar Lagi Misteri Asal Usul COVID-19 Terpecahkan!

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak Virus Corona COVID-19 (Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal)
Jakarta -

Tim ilmuwan internasional yang diutus Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menghabiskan waktu sebulan di China untuk menyelidiki asal usul pandemi COVID-19. WHO akan melakukan konferensi pers pada hari Selasa (9/2//2021) waktu setempat.

"Tim internasional yang bekerja untuk memahami asal-usul COVID-19 sedang menyelesaikan masa tinggal empat minggu di Wuhan bersama dengan pihak China yang turut berpartisipasi dalam konferensi pers," ujar WHO.

Dikutip dari Strait Times, Kementerian Luar Negeri China dan WHO akan mengadakan jumpa pers pukul 4 sore waktu setempat. Konferensi pers itu akan disiarkan langsung dalam bahasa Inggris di platform digital dan media sosial WHO.

Kasus COVID-19 pertama terdeteksi di Wuhan pada Desember 2019.

Para ilmuwan memprediksi penyakit yang telah membunuh lebih dari 2,3 juta orang di seluruh dunia itu berasal dari kelelawar yang ditularkan ke manusia melalui mamalia lain.

Mereka mengatakan kunjungan ke Wuhan kemungkinan akan memunculkan lebih banyak pertanyaan yang perlu dijawab.

Sejak keluar dari karantina selama 14 hari, para ahli WHO telah mengunjungi sejumlah tempat yang terkait dengan asal pandemi, termasuk pasar makanan laut tempat orang pertama kali ditemukan jatuh sakit.

Perjalanan Rabu lalu ke Institut Virologi Wuhan adalah salah satu agenda paling penting sebab berusaha memecah teori kontroversial yang mungkin menjadi sumber pandemi.

Spekulasi muncul di awal pandemi menyebut virus Corona kemungkinan bocor dari laboratorium di Wuhan, meski belum ada bukti yang mendukung teori itu.

Kepala Misi WHO, Peter Ben Embarek mengatakan para pengawas melakukan perundingan yang "sangat jujur" dengan para ilmuwan China mengenai sumber pandemi.

Meski tidak mengidentifikasi teori tertentu, Ben menggambarkan beberapa di antaranya tidak masuk akal dan hanya akan membuang-buang waktu penyidik bila mengejar klaim-klaim tak berdasar tersebut.



Simak Video "Eropa Diamuk Covid-19, WHO Perkirakan 2,2 Juta Nyawa Melayang"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)