Selasa, 16 Feb 2021 14:15 WIB

Tracing Lemah, Diduga Sudah Ada Varian Corona Baru 'Made in Indonesia'

Ayunda Septiani - detikHealth
Ilustrasi virus Corona Foto ilustrasi. (Foto ilustrasi: Foto: Dok. NIAID (National Institute of Allergy and Infectious Diseases)
Jakarta -

Ahli mengungkap kemungkinan adanya varian baru virus Corona COVID-19 di Indonesia. Hal ini diungkap oleh Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman.

Dugaan tersebut muncul saat penanganan pandemi virus Corona tidak maksimal seperti tes, telusur, dan tindak lanjut (3T). Lonjakan kasus yang tidak terkendali menunjukkan virus Corona terus menular antar manusia, sehingga rentan bermutasi.

"Sekarang sudah bukan masalah lonjakan saja, tapi kemungkinan ada strain baru yang made in Indonesia. Terjadi di Indonesia yang pandeminya tidak terkendali, jadi sangat besar potensi menghasilkan strain baru," terang Dicky, seperti dikutip CNNIndonesia.com, Senin (15/2/2021).

"Ini evolusi normal, selama kita tak bisa mencegah kasus, selama kita biarkan pelonggaran, maka semakin besar kemungkinan mutasi virus," tambahnya.

Selain itu, Dicky menjelaskan penanganan pandemi COVID-19 yang belum optimal menyebabkan penularan Corona masih terus terjadi di masyarakat Indonesia. Menurut Dicky, mobilitas masyarakat perlu dibatasi di masa pandemi Corona.

Lebih lanjut, Dicky menyinggung soal rendahnya tes COVID-19 pada saat libur panjang, sehingga upaya untuk menemukan kasus positif Corona pun menjadi tidak maksimal. Rendanya tes Corona tersebut semakin mendukung soal dugaan kemunculan varian baru COVID-19 di Indonesia, sebab virus telah lama berada di tubuh manusia.

"Jadi wajar kalau sudah ada strain baru. Hanya masalahnya, kemampuan deteksi dini kita yang masih rendah. Ini diperparah dengan upaya pencarian kasus [surveilance] kita yang juga rendah, jadi memang intervensi public health kita ini rendah memungkinkan mutasi virus," jelasnya Dicky.



Simak Video "Ilmuwan Ungkap Varian Virus Corona yang Berbeda di Nigeria"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/up)