Selasa, 16 Feb 2021 19:15 WIB

Klaten Laporkan 20 Kasus DBD Hingga Februari 2021, Satu Pasien Meninggal

Achmad Syauqi - detikHealth
demam berdarah-Aedes aegypti Foto ilustrasi: Shutterstock
Klaten -

Gigitan nyamuk Aedes aegypti yang menyebabkan demam berdarah dengue (DBD) memakan satu korban jiwa di Klaten di awal tahun 2021. Sementara total kasus sampai bulan Februari mencapai 20 orang.

"Total sampai Minggu ke lima atau pekan pertama bulan Februari ada 20 kasus DBD dengan satu orang meninggal. Sedangkan pekan kedua masih dikumpulkan datanya," ungkap Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Pemkab Klaten, dokter Anggit Budiarto pada detikcom, Selasa (16/2/2021) siang di kompleks Pemkab Klaten.

Anggit menjelaskan, pada pekan pertama tahun 2021 hanya ada empat kasus DBD. Pekan kedua naik menjadi lima kasus dan turun di pekan ketiga.

"Pekan ketiga turun hanya tiga kasus tapi dari tiga kasus itu satu orang meninggal dunia. Yang meninggal kasusnya di Desa Tegalrejo, Kecamatan Ceper," lanjut Anggit.

Di pekan ke empat, sambung Anggit, kasus masih sama dengan sebelumnya yaitu tiga kasus. Tapi di pekan ke lima menjadi enam kasus.

"Minggu ke lima ada enam kasus. Ini kita waspadai agar tidak terus naik melebihi jumlah kasus tahun 2020," ucap Anggit.

Dijelaskan Anggit, tahun 2020 selama kurun satu tahun ada 389 kasus dengan jumlah kematian mencapai 10 orang. Sedangkan tahun 2019 setahun hanya ada 366 kasus tapi kematian 12 kasus.

" Tahun 2020 memang jumlah kasusnya lebih tinggi dibanding 2019. Tapi tahun 2019 meskipun angka kasus rendah tapi kematian lebih banyak," terang Anggit.

Untuk tahun 2021, ujar Anggit, angka kasus diprediksikan turun. Mengingat dampak penerapan protokol kesehatan COVID-19 membuat warga berperilaku menjaga kebersihan.

"Kita prediksikan turun sebab masyarakat mulai sadar menjaga kesehatan dan kebersihan. Tapi kita tetap akan terus menggiatkan sosialisasi PSN," kata Anggit.

Di tengah kondisi pandemi, sosialisasi kegiatan menguras tampungan air, mengubur, dan menimbun barang bekas (PSN) tetap dilakukan dengan cara virtual.

"Memang pandemi tidak memungkinkan untuk berkumpul tapi kita lakukan dengan virtual. Caranya melalui berbagai media sosial," imbuh Anggit.

Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Pemkab Klaten, Wahyuning Nugraheni, mengatakan di masa pandemi sosialisasi pencegahan DBD tetap dilakukan. Pesan dan kegiatan disampaikan serta dikomunikasikan melalui grup media sosial.

"Jadi lewat grup Medsos kita tetap koordinasikan sampai RT RW, desa dan kecamatan. Kita manfaatkan media sosial di masa pandemi," jelas Wahyuning pada detikcom.



Simak Video "Wabah Demam Tinggi Selimuti India Utara, Puluhan Anak Meninggal"
[Gambas:Video 20detik]
(sip/fds)