Senin, 04 Jan 2021 21:00 WIB

Gejala DBD pada Orang Dewasa yang Tidak Bisa Dianggap Enteng

Tim detikcom - detikHealth
demam berdarah Foto: iStock/Gejala DBD pada Orang Dewasa yang Tidak Bisa Dianggap Enteng
Jakarta -

Penyakit DBD biasanya merajalela kala musim hujan seperti saat ini. Karena itu sangat penting untuk mengenali gejala demam berdarah dengue (DBD) pada orang dewasa.

DBD adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dengue. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus yang telah terinfeksi virus dengue. Nyamuk bisa terinfeksi ketika menggigit seseorang dengan virus dengue dalam darahnya.

Dilansir situs resmi WHO demam berdarah pertama kali dikenali pada tahun 1950-an selama epidemi demam berdarah di Filipina dan Thailand. Saat ini, demam berdarah menyerang sebagian besar negara Asia dan Amerika Latin.

Jumlah kasus demam berdarah yang dilaporkan ke WHO meningkat lebih dari 8 kali lipat selama dua dekade terakhir. Dari 505.430 kasus pada tahun 2000, menjadi lebih dari 2,4 juta pada tahun 2010, dan 4,2 juta pada tahun 2019. Kematian yang dilaporkan antara tahun 2000 dan 2015 meningkat dari 960 menjadi 4.032.


Gejala DBD

Gejala DBD dilansir Webmd umumnya dimulai empat hingga enam hari setelah infeksi dan berlangsung hingga 10 hari. Gejala DBD termasuk:

-Tiba-tiba demam tinggi
-Sakit kepala parah
-Sakit di belakang mata
-Nyeri sendi dan otot yang parah
-Kelelahan
-Mual
-Muntah
-Ruam kulit, yang muncul dua sampai lima hari setelah timbulnya demam
-Pendarahan ringan (seperti mimisan, gusi berdarah, atau mudah memar)

Terkadang, gejalanya yang ringan bisa dianggap hanya sebagai flu biasa atau infeksi virus lainnya.

Anak-anak dan orang-orang yang belum pernah mengalami infeksi sebelumnya cenderung memiliki kasus yang lebih ringan daripada orang dewasa. Namun tidak bisa dianggap remeh juga jika anak-anak mengalami DBD.


Mendiagnosis DBD

Dokter dapat mendiagnosis infeksi dengue dengan tes darah untuk memeriksa virus atau antibodi terhadapnya. Jika Anda jatuh sakit setelah bepergian ke daerah tropis, beri tahu dokter Anda.

Ini akan memungkinkan dokter Anda untuk mengevaluasi kemungkinan bahwa gejala Anda disebabkan oleh infeksi dengue.

Pengobatan Demam Berdarah Dengue

Tidak ada obat khusus untuk mengobati infeksi dengue. Jika mengalami DBD, Anda harus menggunakan pereda nyeri dengan asetaminofen dan menghindari obat-obatan dengan aspirin, yang dapat memperburuk pendarahan.

Anda juga harus istirahat, minum banyak cairan, dan pergi ke dokter. Jika Anda mulai merasa lebih buruk dalam 24 jam pertama setelah demam turun, Anda harus segera ke rumah sakit untuk memeriksakan komplikasi.

Mencegah DBD


Setelah memahami gejala DBD, penting juga mengetahui cara mencegah DBD.

Cara terbaik untuk mencegah penyakit ini adalah dengan mencegah gigitan nyamuk yang terinfeksi, terutama jika Anda tinggal atau bepergian ke daerah tropis.

Untuk melindungi diri Anda sendiri:

Gunakan pengusir nyamuk, bahkan di dalam ruangan.

Saat berada di luar ruangan, kenakan kemeja lengan panjang dan celana panjang yang diselipkan di kaus kaki.

Saat berada di dalam ruangan, gunakan AC jika tersedia. Pastikan layar jendela dan pintu aman dan bebas dari lubang.

Jika area tidur tidak dilapisi atau ber-AC, gunakan kelambu. Jika Anda mengalami gejala demam berdarah, segera hubungi dokter Anda.

Untuk mengurangi populasi nyamuk, singkirkan tempat-tempat di mana nyamuk bisa berkembang biak. Hal ini termasuk ban bekas, kaleng, atau pot bunga yang menampung air hujan.



Simak Video "Wabah Demam Tinggi Selimuti India Utara, Puluhan Anak Meninggal"
[Gambas:Video 20detik]
(nwy/pal)