Rabu, 17 Feb 2021 13:02 WIB

Viral Tagihan COVID-19 Sampai Rp 280 Juta, Asosiasi RS Angkat Bicara

Firdaus Anwar - detikHealth
Treatment of a patient in critical condition in the ICU ward Foto: iStock
Jakarta -

Di media sosial viral keluhan netizen yang mendapat tagihan sekitar Rp 280 juta terkait perawatan COVID-19. Pengguna instagram fakhrunnisandya berharap ada bantuan dari pemerintah, khususnya Presiden Joko Widodo (Jokowi), untuk membebaskan biaya tersebut.

"Awal tahun terberat dan pengalaman terburuk untuk saya dan keluarga. Kehilangan seorang ibu saja sudah menjadi hal terberat untuk saya, ditambah dengan beban tagihan rumah sakit yang sebanyak itu," tulis fakhrunnisandya.

"Semoga postingan ini mendapat perhatian terutama Bapak Presiden RI," lanjutnya.

Unggahan fakhrunnisandya mendapat berbagai tanggapan dari netizen. Sebagian penasaran mengapa masih bisa ada tagihan karena seharusnya biaya Corona ditanggung pemerintah.

Ketua Umum Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI), Susi Setiawaty, menjelaskan pasien dan keluarga biasanya masuk ke rumah sakit (RS) dengan menggunakan jaminan asuransi. Karena itu akhirnya ada selisih biaya yang tidak ditanggung.

"Di awal biasanya pasien ditanya pak jaminan siapa... dan asuransi sudah koordinasi dengan pihak RS juga," kata Susi saat dihubungi detikcom, Rabu (17/2/2021).

Simak video 'Dirawat Gegara COVID-19, Biaya RS Uya Kuya Capai Rp 130 Juta':

[Gambas:Video 20detik]



(fds/up)