Rabu, 17 Feb 2021 17:51 WIB

Menkes Targetkan Rapid Test Antigen Masuk Laporan Corona Harian Pekan Ini

Ayunda Septiani - detikHealth
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) hadirkan laboratorium mini-layanan tes swab antigen bagi para pegawai. Hal itu dilakukan guna cegah COVID-19. Rapid test Antigen (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut akan memasukkan hasil rapid test antigen ke dalam laporan harian COVID-19. Sistem ini pun sudah disiapkan pemerintah dan akan selesai dalam pekan ini.

"Oleh karena itu, sistem kita sudah disiapkan, sedang dites. Kami harapkan di minggu ini sudah selesai. Sehingga hasil dari antigen sudah bisa dimasukkan ke laporan harian," jelasnya dalam keterangan pers secara online, Rabu (17/2/2021).

Menkes mengatakan, awalnya memang data hariannya diambil dari tes swab PCR (polymerase chain reaction) dan TCM (tes cepat molekular). Namun, dengan keputusan Menteri Kesehatan yang baru, rapid test antigen siap untuk masuk dalam data tersebut.

Minggu lalu, Kemenkes mengumumkan akan melakukan tes secara masif menggunakan swab tes antigen. Dengan itu, pemeriksaan diyakini bisa mempengaruhi jumlah kasus COVID-19.

Hal ini diingatkan oleh Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes Siti Nadia Tarmizi.

"Kami ingin menyampaikan lebih awal agar masyarakat memahami mengapa penambahan kasus terjadi saat kita melakukan akselerasi testing, dengan memperbanyak tes epidemiologi kita akan semakin banyak menangkap kasus positif yang tidak ada gejala sama sekali. Masyarakat diharapkan menyikapi dengan baik artinya meningkatkan kewaspadaan dan disiplin protokol kesehatan," jelas Nadia.

Pemeriksaan swab tes antigen ini akan dilakukan di daerah dengan keterbatasan akses laboratorium RT-PCR. Selain itu, tes yang sama akan dilakukan pada 98 kabupaten/kota yang menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dengan jumlah kasus tinggi.

Dijelaskan, tes ini akan dilakukan secara gratis. Sebab, pemeriksaan bukan dilakukan untuk kepentingan perjalanan. Namun Nadia mengatakan, untuk orang yang ingin melakukan perjalanan tetap harus melakukan tes secara mandiri.

Rapid test antigen ini diharapkan bisa membantu mempercepat penanganan pandemi Corona di Indonesia.

"Kalau bisa deteksi lebih dini, isolasi dini sebenarnya RS tidak terlalu berat untuk menangani kasus berat tapi tetap diantisipasi 30%-40% terjadi peningkatan kasus dan ini akan banyak kasus OTG atau gejala ringan jadi penguatan isolasi mandiri atau terpusat," ujarnya.



Simak Video "Catat! Ini Harga Maksimal Rapid Test Antigen di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/up)