Program vaksinasi pada kelompok petugas pelayanan publik dan lansia telah dimulai. Kementerian Kesehatan menyebut vaksinasi akan diprioritaskan di tujuh provinsi di Jawa-Bali.
"Fokus kita di awal ini di provinsi Jawa-Bali, jadi distribusi vaksin akan diprioritaskan sebanyak 70 persen, sisanya 30 persen itu di luar Jawa-Bali," kata juru bicara vaksinasi Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi dalam dialog Telisik Sebelum Disuntik: Mengawal Program Vaksinasi COVID-19, Kamis (18/2/2021).
Diterangkan oleh dr Nadia, vaksinasi tahap kedua ini tidak langsung dilakukan di seluruh provinsi mengingat ketersediaan jumlah vaksin. Saat ini vaksin yang sudah siap didistribusi adalah 7 juta dosis yang akan disebar di Jawa-Bali, selanjutnya menunggu kesiapan dari Bio Farma untuk penambahan sekitar 25 juta dosis pada Maret.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sasaran penerima vaksin di kelompok pelayanan publik sendiri mulai dari tenaga pendidik, pedagang pasar, pejabat negara, sampai petugas transportasi publik. Namun tidak semua dari mereka akan mendapatkan vaksin COVID-19.
"Kalau kita lihat, ini tidak semuanya tetapi memang yang betul-betul di 7 provinsi dan betul-betul memiliki dampak besar terhadap COVID-19. Memang tidak semua, tapi (vaksin diberikan-red) pada mereka yang memberi pelayanan langsung,"
Rincian penerima vaksin COVID-19 tahap kedua adalah sebagai berikut:
- Lansia: 21,5 juta orang
- Pendidik: 5.057.582 orang
- Pedagang Pasar: 4.014.232 orang
- Tokoh Agama: 66.831 orang
- Wakil Rakyat: 20.231 orang
- Pejabat Negara: 630 orang
- Pegawai Pemerintah: 2.778.246 orang
- Petugas Keamanan: 1.001.045 orang
- Pelayan Publik: 3.670.069 orang
- Petugas Transportasi: 1.247.116 orang
- Atlet: 1.175 orang
- Wartawan: 5.000 orang
(kna/up)











































