Kamis, 18 Feb 2021 13:54 WIB

Dicari Relawan yang Mau Terpapar COVID-19, Dibayar Rp 1,7 Juta Sehari

Firdaus Anwar - detikHealth
MANCHESTER, ENGLAND - JANUARY 30: Volunteers are trained by St John Ambulance instructors to administer Covid-19 vaccines at Manchester United Football Club on January 30, 2021 in Manchester, England. The St John Ambulance volunteer-based organisation is training more than 30,000 volunteers to join the UKs covid-19 vaccination campaign. Volunteer vaccinators complete 21.5 hours of training over four weeks, a blend of online and in-person learning. St John Ambulances highly skilled volunteers have been supporting the NHS throughout the COVID-19 pandemic.  (Photo by Christopher Furlong/Getty Images) (Foto ilustrasi: Getty Images/Christopher Furlong)
Jakarta -

Inggris memberi izin metode uji klinis vaksin COVID-19 dengan sengaja memaparkan virus SARS-COV-2 ke manusia. Hal ini dilakukan untuk mempercepat riset vaksin.

Uji klinis selama ini biasanya dilakukan dengan memberikan vaksin pada satu kelompok relawan dan plasebo untuk kelompok lainnya sebagai kontrol. Relawan yang mendapat vaksin dengan relawan yang mendapat plasebo kemudian dalam periode waktu tertentu akan dibandingkan, seberapa banyak kasus yang terinfeksi COVID-19.

Sementara itu pada uji klinis yang disetujui Inggris, 90 relawan sehat akan menerima vaksin lalu kemudian sengaja dipaparkan virus. Relawan vaksin kemudian akan diamati selama 14 hari di ruang isolasi, sebarapa banyak yang jatuh sakit.

"Tentu saja prioritas utamanya adalah keamanan para relawan," kata ahli dari Imperial College London, Peter Openshaw, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (18/2/2021).

Untuk membuat eksperimen lebih aman, para peneliti menggunakan varian awal dari SARS-CoV-2 dalam jumlah kecil.

Relawan yang terlibat akan mendapat kompensasi sekitar Rp 1,7 juta sehari dan mendapat pemantauan kesehatan selama setahun.



Simak Video "Pemerintah Minta Produsen Vaksin Covid-19 Penuhi Target Pengiriman"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)