Kamis, 18 Feb 2021 19:05 WIB

Soal Insentif Nakes yang Tak Kunjung Cair, Ini Kata Satgas COVID-19

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
young Asian doctor, dressed in anti-virus clothing, sits on the floor tired and uses a smartphone to make a video call to his family. corona virus concept. Insentif nakes COVID-19. (Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/12521104)
Jakarta -

Sejumlah tenaga kesehatan (nakes) dari beberapa daerah mengaku belum menerima insentif yang menjadi hak mereka. Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan bahwa pemerintah saat ini tengah berupaya agar para nakes mendapatkan haknya tersebut.

"Pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan terus berkoordinasi dengan pemerintah lainnya untuk memastikan bahwa insentif dari tenaga kesehatan dapat dicairkan," kata Wiku dalam konferensi pers, Kamis (18/2/2021).

"Terutama terkait dengan Kementerian Keuangan dan juga dari pemda-pemda agar insentif ini dapat segera diberikan kepada tenaga kesehatan," tambahnya.

Lebih lanjut, Wiku pun meminta agar para fasilitas kesehatan mempersiapkan segala persyaratan administrasi yang diperlukan untuk diberikan kepada dinas kesehatan setempat, supaya proses pencairan insentif nakes dapat berjalan lancar.

Kisah perjuangan nakes yang memperjuangkan hak insentifnya terjadi di beberapa daerah, salah satunya di Medan, Sumatera Utara. Para nakes ini bekerja di RS Pirngadi Medan.

Diketahui, mereka sampai melaporkannya ke Ombudsman RI Perwakilan Sumut, karena merasa kecewa insentif yang seharusnya mereka dapatkan justru belum ada kejelasan.

"Saya ceritakan untuk uang nakes, tenaga medis kami yang di RS Pirngadi, saya sebagai perawat dalam penanganan pasien COVID-19 dari awal kami merawat pasien COVID-19 pada bulan Maret tahun 2020, jadi itu sudah dijanjikan untuk uang nakes kami. Jadi, pertama kami menerima uang nakes itu bulan 10 (Oktober 2020). Yang saya pertanyakan, pada saat kami meneken itu tiga bulan, kenapa jadi dua bulan yang kami terima," kata salah satu nakes RS Pirngadi Medan, Buala Zendrato, kepada wartawan di kantor Ombudsman Sumut, Rabu (17/2/2021).

"Itu cuma dua bulan, di bulan Maret dan April. Dan kelanjutannya itu selalu dibilang sabar, dibilang bulan 10 nanti bulan 11, bilang 11 nanti sabar. Akhirnya sampai ke tahun 2021 itu tidak ada titik terangnya," sebut Buala.



Simak Video "Insentif Nakes Dikurangi, IDI: Menkeu Tak Peka Kondisi"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/up)