Kamis, 18 Feb 2021 21:08 WIB

3 Gejala Terbaru Virus Corona Varian Afsel dan Brasil

Ayunda Septiani - detikHealth
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak Virus Corona COVID-19 (Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal)
Jakarta -

Munculnya varian baru virus Corona COVID-19 memicu kekhawatiran disaat vaksinasi sudah dilakukan diberbagai negara.

Pasalnya, varian baru virus Corona tersebut selain diduga lebih menular, varian baru ini juga disebut lebih mematikan.

Dikutip dari laman Times of India, setidaknya ada 4 orang yang telah dites dan hasilnya positif dengan varian Afrika Selatan (varian B1.351) dan satu orang dites positif dengan varian Brasil (varian B.1.1.28.1 atau P1) di India.

Sementara itu, varian baru virus Corona di Inggris disebutkan tetap menjadi yang paling mengancam sejauh ini, dengan tingkat infeksi dan kematian yang lebih tinggi.

Namun, varian virus Corona Afrika Selatan dan Brasil bisa setara dengan varian dari Inggris, sehingga memicu ketakutan.

Sesuai laporan, ketiga varian tersebut membawa kode genetik (mutasi) yang sama, yaitu E484K, yang memungkinkannya menghindari pertahanan kekebalan dalam tubuh, sehingga menyebabkan terjadinya infeksi.

Pakar penyakit juga telah dapat mengamati bahwa kedua varian yang dimaksud, varian Afrika Selatan dan Brasil lebih menular daripada yang diperkirakan sebelumnya. Namun, tidak ada bukti bahwa mereka mampu menyebabkan penyakit atau kematian yang serius.

Namun, tidak ada bukti bahwa mereka mampu menyebabkan penyakit atau kematian yang serius.

Berikut beberapa gejala yang bisa muncul dari varian baru virus Corona yang ditemukan di India:

1. Nyeri otot

Kondisi myalgia atau nyeri otot menjadi salah satu gejala yang banyak dibicarakan.

Meskipun ini gejala sedang atau berat, namun mereka yang didiagnosis positif dengan varian baru semakin sering melaporkan adanya nyeri otot sebagai gejala awal.

Nyeri ini dapat muncul akibat adanya peradangan akut di tubuh atau reaksi abnormal oleh sistem kekebalan.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Dear Orang Tua, Yuk Perketat Prokes Pada Anak!"
[Gambas:Video 20detik]