Jumat, 19 Feb 2021 05:00 WIB

Round Up

Ada Perbaikan Sistem di Kemenkes, Positivity Rate Corona Pecah Rekor Lagi

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) hadirkan laboratorium mini-layanan tes swab antigen bagi para pegawai. Hal itu dilakukan guna cegah COVID-19. Virus Corona COVID-19 (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Positivity rate COVID-19 harian kembali mencatatkan rekor yakni 40,07 persen, Kamis (18/2/2021). Dari 22.556 orang yang diperiksa, didapatkan 9.039 kasus konfirmasi positif.

Total konfirmasi kasus positif menjadi 1.252.685, sembuh 1.058.222, dan meninggal 33.696. Jumlah kasus aktif tercatat sebanyak 160.494.

Secara kumulatif, positivity rate COVID-19 ada di angka 18,5 persen. Angka ini masih jauh dari standar organisasi kesehatan dunia (WHO) yakni di bawah 5 persen.

Dalam rilis resminya, Kementerian Kesehatan mengumumkan adanya proses update aplikasi allrecord TC19 untuk mempercepat pelaporan. Prosesnya dimulai sejak 15 Februari dan hingga kini masih berlangsung.

"Akibat allrecord-TC19 tidak bisa diakses oleh pengguna (Fasyankes, laboratorium dan Dinas Kesehatan), maka data kasus konfirmasi, kasus sembuh Dan kasus meninggal dilaporkan secara berjenjang secara manual," kata Anas Maruf, MKM, Kepala Pusat Data dan Informasi Kemenkes dalam rilis tersebut.

"Sedangkan data Jumlah spesimen yang diperiksa, jumlah orang yang diperiksa dan jumlah hasil negatif pemeriksaan RT-PCR yang biasanya diambil dari allrecord-TC19 Tidak ada data. Sehingga tidak bisa dihitung positivity rate," lanjutnya.

Pengumuman serupa juga disampaikan oleh Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes DKI Jakarta, Dwi Oktavia. Akibat adanya perbaikan sistem di Kemenkes, proses penarikan data oleh Dinkes DKI terhambat.

Pada Kamis (18/2/2021), DKI Jakarta hanya melaporkan 373 kasus baru COVID-19. Jauh lebih kecil dibanding pada hari-hari sebelumnya.

"Mohon tidak diasumsikan bahwa data yang sedikit ini karena wabah sudah benar-benar terkendali, karena besok kemungkinan akan ada akumulasi data dari yang sebelumnya tidak bisa dilakukan penarikan melalui sistem," pesan Dwi.



Simak Video "Melihat Positivity Rate Naik Turun di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)