Jumat, 19 Feb 2021 10:40 WIB

Punya Masa 'Kedaluwarsa', Masker Kain Disarankan Hanya Dipakai Sebulan

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Self-sewn mouth-nose masks against corona viruses hang on the clothesline to dry. Masker kain harus diganti secara berkala (Foto: Getty Images/iStockphoto/Rike_)
Jakarta -

Memakai masker menjadi upaya penting untuk memutus penularan Corona. Saat ini sudah banyak sekali jenis masker yang tersedia di masyarakat salah satunya masker kain.

Meski efektivitasnya tak sebesar masker medis, penggunaan masker kain tetap dirasa perlu sebagai alternatif untuk digunakan di tempat umum. Namun perlu diingat bahwa masker kain juga punya masa tahan dan tak bisa digunakan terlalu lama.

"Kalau masker kain bisa dicuci saja tapi ini jangan lebih dari satu bulan kita pakai terus karena biasanya sudah mulai renggang, sehingga partikelnya mudah masuk," kata Ketua Subbidang Penanganan Limbah Medis Bidang Penanganan Kesehatan Satgas COVID-19, dr Lia G Partakusuma, SpPK, dalam dialog BNPB, Jumat (19/2/2021).

"Dan setiap empat jam sekali sebaiknya ganti maskernya karena pasti sudah penuh dengan droplet," sambungnya.

Saat ini ahli merekomendasikan penggunaan masker medis dilapisi masker kain. Kombinasi ini disebut bisa memberikan perlindungan ganda terhadap infeksi virus Corona.

Penting untuk diingat, setiap masker punya potensi untuk menularkan bahaya infeksi termasuk COVID-19. Oleh karena itu masker kain tetap harus dicuci menggunakan detergen untuk menghilangkan partikel bakteri dan virus yang berada di dalamnya.

"Masker kain bisa dicuci dan dipakai kembali keesokan harinya," pungkas dr Lia.



Simak Video "Kelebihan dari Menggunakan Kombinasi Masker Medis dan Kain"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)