Jumat, 19 Feb 2021 10:09 WIB

BPOM Belum Pastikan Kelanjutan Vaksin Nusantara, Data Uji Klinis 1 Baru Masuk

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Uji klinis vaksin COVID-19 Sinovac dari China untuk fase ke 1-2 full report sudah didapatkan BPOM. Namun, masih ada data yang kurang untuk fase ketiga. Kepala BPOM Penny K Lukito. (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Vaksin Nusantara berbasis sel dendritik rencananya akan melanjutkan fase II dengan melibatkan 180 relawan. Uji klinis Fase II akan berlangsung jika mendapatkan persetujuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Ini selesai di akhir Januari. Proses fase dua setelah dapatkan persetujuan BPOM," kata Yetty di RSUP dr Kariadi Semarang, Rabu (17/2/2021).

Namun, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut belum bisa memastikan kapan uji klinis fase II vaksin Nusantara bisa diberikan. Pasalnya, data hasil uji klinis fase I baru diterima.

"Kami baru menerima hasil uji klinik fase I-nya, jadi masih dievaluasi oleh timnya direktur registrasi dari BPOM dengan tim ahli untuk kelayakannya apakah bisa segera kita keluarkan protokol untuk uji Fase II-nya ya karena hasil dari Fase I-nya baru kami terima," jelas Penny.

Juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi juga belum bisa memastikan apakah vaksin Nusantara akan digunakan di Indonesia. Menurutnya, penggunaan vaksin Nusantara perlu rekomendasi dari Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI).

"Untuk penggunaan di Indonesia nanti dievaluasi dulu dan berdasarkan rekomendasi ITAGI ya," kata Nadia, dikutip dari CNNIndonesia.



Simak Video "Awal Mula Vaksin Nusantara Besutan Dr Terawan"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)