Sabtu, 20 Feb 2021 16:52 WIB

Jokowi Sebut Angka Kematian Nakes Menurun Berkat Vaksinasi COVID-19

Vidya Pinandhita - detikHealth
Presiden Jokowi Presiden Jokowi. (Foto: Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan, angka kematian tenaga kesehatan (nakes) akibat COVID-19 menurun berkat adanya penggencaran vaksin. Mengacu pada kondisi tersebut, ia berharap langkah yang sama bisa diupayakan untuk masyarakat non nakes.

"Dari angka-angka yang kita lihat di Jawa Tengah kemarin yang sudah disuntik vaksin, itu kelihatan sekali drop-nya angka kematian untuk nakes, drop sekali," ujarnya dalam akun YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (20/2/2021).

Pada vaksinasi tahap 1 yang sudah berlangsung sejak 13 Januari 2021, penerima hanyalah nakes. Pasalnya, kelompok inilah yang memiliki risiko tertular paling tinggi dari interaksi langsung dengan pasien COVID-19.

Per 17 Februari 2021, vaksinasi tahap 2 mulai diberlangsungkan untuk petugas layanan publik dan lansia.

Presiden Jokowi juga menjelaskan, pemilihan kelompok penerima vaksin ini bukan dilakukan sembarangan. Pada tahap pertama, vaksin diberikan pada orang-orang dengan mobilitas dan interaksi yang tinggi. Dengan harapan, kekebalan imunitas kelompok bisa dimulai dari kelompok masyarakat ini.

"Pendekatan kita adalah herd immunity, pendekatan klaster kelompok-kelompok yang memiliki mobilitas tinggi dan interaksi tinggi. Bukan karena yang lain tidak penting, tapi kita ingin dapatkan kekebalan komunal yang maksimal," imbuh Presiden Jokowi.

Pada hari pertama tahap 2, vaksinasi dilakukan di Pasar Tanah Abang, DKI Jakarta, menyasar sebanyak 1500 pedagang. Presiden Jokowi turut menghadiri lokasi.

Menurut pantauannya, metode vaksinasi di lokasi ini berpotensi meningkatkan antusiasme sasaran vaksinasi. Pasalnya, pedagang yang awalnya takut, jadi bersedia divaksin karena melihat orang lain berani divaksin.

"10 pedagang yang kita tanya, yang mau divaksin hanya 3, yang 7 nggak mau. Tapi saya lihat tadi di Tanah abang semua berbondong-bondong karena begitu yang 1 berani, yang 2 berani, yang 3 berani, yang lain ngikutin," ujarnya.



Simak Video "Vaksinasi COVID-19 Saat Berpuasa, Perlukah Persiapan Khusus?"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)