Minggu, 21 Feb 2021 12:30 WIB

Daftar Vaksinasi Lansia Baru untuk Ibukota Provinsi, Bekasi-Tangsel Bagaimana?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Petugas menyuntikan vaksin COVID-19 kepada pedagang di Pasar Tanah Abang Blok A, Jakarta, Rabu (17/2/2021). Vaksinasi COVID-19 tahap kedua yang diberikan untuk pekerja publik dan lansia itu dimulai dari pedagang Pasar Tanah Abang. Vaksin Corona. (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Vaksinasi COVID-19 pada lansia sudah dimulai, tetapi belum diprioritaskan untuk semua kabupaten dan kota. Adapun wilayah yang menjadi prioritas hanya DKI Jakarta dan ibukota di 33 provinsi.

Juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi menyebut sasaran vaksinasi COVID-19 pada usia di atas 60 tahun berjumlah 21,5 juta orang. Artinya, butuh sekitar 45 juta dosis untuk vaksinasi COVID-19 pada lansia.

"Sementara kan kita baru punya untuk yang di awal ini 7 juta dosis dan nanti ada 11 juta lagi, jadi memang kita harus melakukan prioritas," bebernya dalam webinar online PB IDI Minggu (21/2/2021).

"Dan prioritas yang kita ambil ini memang kita hitung bahwa untuk lansia yang berdomisili sesuai KTP di ibu kota provinsi di 33 provinsi dan di ibukota DKI Jakarta itu kurang lebih sekitar 5 juta sasaran. Artinya ini mencukupi dengan kondisi vaksinasi yang kita lakukan," lanjut Nadia.

Melakukan vaksinasi COVID-19 secara klaster

Alasan lainnya tak semua wilayah mendapat prioritas vaksinasi COVID-19 lansia adalah pendekatan klaster. Pendekatan klaster ini memastikan semua populasi dalam wilayah tersebut sudah selesai lebih dulu divaksin Corona.

"Kita tidak mau membagi ke seluruh kab/kota tapi yang lansia yang mendapatkan vaksinasi ini mungkin cuma 10 persen atau 20 persen jadi kita mau menyelesaikan dulu kelompok lansia yang ada di ibukota," tegasnya.

Di sisi lain, Nadia juga memastikan, bukan berarti kabupaten/kota di wilayah yang belum menjadi prioritas tak akan dapat jatah vaksin Corona. Nadia menyebut hal ini bertahap.

"Tapi jangan takut kita juga pasti melakukan vaksinasi lansia di ibu kota/kab lainnya, bertahap," pungkasnya.



Simak Video "Alasan BPOM Akhirnya Setujui Vaksin Sinovac untuk Lansia"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)