Senin, 22 Feb 2021 09:32 WIB

Sederet Gejala Corona yang Tak Biasa Saat Terinfeksi Varian Baru COVID-19

Vidya Pinandhita - detikHealth
Young businesswoman with clpd and flu virus blowing nose while working in the office. Foto ilustrasi. (Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/Drazen Zigic)
Jakarta -

Peneltian terbaru dari Inggris menunjukan bahwa hanya mengandalkan 3 gejala klasik (The 'Classic Three') COVID-19 bisa menyebabkan kekeliruan diagnosis. Pasalnya, masih banyak gejala selain batuk, demam, dan anosmia yang dialami pasien COVID-19.

National Health Service (NHS) UK menyebutkan, mengenali gejala berupa kelelahan, sakit tenggorokan, sakit kepala, dan diare sebagai gejala COVID-19 saja sudah bisa membantu pendeteksian.

Lebih lagi, mengenali beragam gejala lain dari COVID-19 diklaim peneliti bisa menekan penyebaran virus. Hal ini juga dilakukan mengingat adanya varian baru Corona yang mulai bermunculan.

Kontributor aplikasi ZOE Covid Symptom Study menyebutkan, terdapat beberapa gejala lain yang perlu dicurigai sebagai gejala COVID-19.
Jika mengalami gejala-gejala berikut, sebaikya lakukan pemeriksaan COVID-19.

- Kelelahan
- Sakit kepala
- Hilang kemampuan penciuman dan pengecap (anosmia)
- Batuk terus-menerus
- Demam tinggi
- Diare
- Nyeri di dada, perut, atau otot
- Sakit tenggorokan dan suara serak
- Sesak nafas
- Rasa bingung tiba-tiba (delirium)
- Hilang nafsu makan
- Ruam pada kulit
- Muncul ulkus lidah (sariawan)

Kini, peneliti meminta pemerintah Inggris untuk memperluas pemeriksaan swab COVID-19 untuk masyarakat yang mengalami gejala-gejala tersebut. Dengan harapan, bisa mendeteksi lebih dini kasus COVID-19 dan mengupayakan pengurangan kasus tiap harinya.



Simak Video "Pakar Ingatkan Kemungkinan Varian Covid-19 Baru Lahir di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)