Senin, 22 Feb 2021 15:03 WIB

Wanita Ini Meninggal Usai Terima Donor Paru yang Terinfeksi COVID-19

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Memeriksa x-ray paru=paru manusia Seorang wanita positif COVID-19 setelah menjalani transplantasi paru. (Foto ilustrasi: Thinkstock)
Jakarta -

Seorang wanita di Michigan, Amerika Serikat (AS) meninggal setelah menerima transplantasi paru ganda. Diketahui paru dari pendonor tersebut terinfeksi virus Corona.

Para peneliti studi yang dipublikasi American Journal of Transplantation mengatakan, kasus ini mungkin menjadi yang pertama terjadi di AS yang membuktikan virus Corona bisa ditularkan melalui transplantasi organ.

"Kami sama sekali tidak akan menggunakan organ paru tersebut, jika kami mendapat hasil tes COVID-19 yang positif," kata Dr Daniel Kaul dari Fakultas Kedokteran Universitas Michigan yang dikutip dari NYPost, Senin (22/2/2021).

Diketahui penerima donor tersebut seorang wanita yang mengalami penyakit paru obstruktif kronis dan dioperasi di Rumah Sakit Universitas di Ann Arbor. Sementara pendonornya adalah wanita yang berasal dari Upper Midwest, yang meninggal karena cedera otak parah akibat kecelakaan mobil.

Saat sampel dari hidung dan tenggorokannya diperiksa, keduanya dinyatakan negatif dari COVID-19.

Namun, tiga hari pasca operasi wanita yang mendapat donor paru tersebut mengalami demam tinggi, tekanan darah rendah, napas berat, dan infeksi pada paru-paru. Dokter pun memutuskan untuk melakukan tes COVID-19, setelah wanita tersebut mengalami syok septik.

Hasilnya, dari sampel yang diambil dari wanita tersebut termasuk pada bagian paru dinyatakan positif COVID-19.

"Dari data yang diperoleh dari keluarga pendonor mengatakan tidak ada riwayat perjalanan atau gejala seperti demam, batuk, sakit kepala atau diare baru-baru ini," tulis penelitian tersebut.

"Tidak diketahui juga, apakah si pendonor tertular COVID-19 baru-baru ini atau terinfeksi SARS-CoV-2," lanjutnya.

Melihat kasus ini, Dr Kaul menegaskan perlu adanya pengambilan sampel dari organ yang lebih ekstensif sebelum transplantasi dilakukan. Terutama di wilayah yang memiliki kasus COVID-19 yang lebih banyak.



Simak Video "WHO Tak Henti Keluarkan Peringatan soal Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)