Senin, 22 Feb 2021 15:43 WIB

Simak, Ini Cara Penanganan Kasus COVID-19 di Tingkat RT Selama PPKM Mikro

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Kampung Rawa Pasung RW 22, Kelurahan Kota Baru, Bekasi, Jawa Barat, disebut sebagai kampung siaga COVID-19. Kampung ini dipenuhi mural tentang bahaya Corona. Cara penanganan kasus COVID-19 di tingkat RT selama pelaksanaan PPKM mikro. (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro kembali diperpanjang hingga 8 Maret 2021. Kebijakan ini berfungsi untuk mengendalikan penyebaran COVID-19 di lingkungan berskala kecil, seperti di tingkat rukun tetangga (RT)

Kebijakan ini berlaku khusus untuk sejumlah wilayah di 7 provinsi, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali.

Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas COVID-19 Brigjen TNI (Purn) dr Alexander K Ginting, SpP (K), FCCP, mengatakan bahwa sistem zonasi pengendalian PPKM mikro diberlakukan hingga di tingkat RT.

Misalnya, ada warga yang dilaporkan positif COVID-19, maka pihak puskesmas dan posko desa akan memantau dan menetapkan apakah RT tersebut termasuk zona kuning, oranye, atau merah. Lebih lanjut, kata dr Ginting, penetapan zonasi di lingkungan RT pun ada kriterianya, sesuai dengan Instruksi Mendagri Nomor 3 Tahun 2021.

"Zonasi kuning itu ada 1-5 rumah yang positif, kemudian ada oranye itu adalah 6-10 rumah. Zona merah itu lebih dari 10 rumah (selama 7 hari terakhir)," kata dr Ginting dalam konferensi pers BNPB, Senin (22/2/2021).

Berikut skenario lengkapnya:

Zona hijau:

  • Surveilans aktif
  • Seluruh suspek dites
  • Pemantauan rutin dan berkala.

Zona kuning:

  • Temukan kasus suspek dan pelacakan kontak erat
  • Isolasi mandiri pasien positif dan kontak erat.

Zona oranye:

  • Menemukan kasus suspek dan pelacakan kontak erat
  • Isolasi mandiri pasien positif dan kontak erat
  • Menutup rumah ibadah, tempat bermain anak, dan tempat umum kecuali sektor esensial.

Zona merah:

  • Menemukan kasus suspek dan pelacakan kontak erat
  • Isolasi mandiri pasien positif dan kontak erat
  • Menutup rumah ibadah, tempat bermain anak dan tempat umum kecuali sektor esensial
  • Melarang kerumunan lebih dari 3 orang
  • Membatasi keluar masuk RT maksimal pukul 20.00 WIB
  • Meniadakan kegiatan sosial masyarakat di RT yang menimbulkan kerumunan.

dr Ginting pun menjelaskan cara penanganan warga yang positif COVID-19 dalam pelaksanaan PPKM mikro.

"Kalau dia sakitnya sedang dan membutuhkan perawatan tentu akan dievakuasi ke rumah sakit. Tapi kalau dia ringan atau tidak bergejala, cukup dengan berdiam di zonasi yang sudah ditempatkan," jelasnya.

"Kemudian posko desa akan memfasilitasi logistik yang diperlukan atau pun obat-obatan, atau kebutuhan yang lainnya," tuturnya.



Simak Video "Ingin Bebas dari PPKM? Penuhi Syarat-syarat Berikut Ini!"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/fds)