Senin, 22 Feb 2021 19:35 WIB

Letih Biasa atau Gejala COVID-19? Begini Membedakannya

Ardela Nabila - detikHealth
Girl looks at her smartphone Fatigue atau kelelahan bisa menjadi gejala COVID-19 (Foto: thinkstock)
Jakarta -

Salah satu gejala paling umum COVID-19 adalah fatigue atau kelelahan. Akan tetapi, menurut Amesh Adjal, seorang dokter dari Johns Hopkins Center for Health Security, tidak berarti setiap keluhan fatigue menandakan seseorang terinfeksi virus Corona.

Dr Adalja mengatakan bahwa kelelahan memang bisa menjadi gejala umum COVID-19. Namun, hal tersebut juga bisa saja salah satu tanda bahwa sistem imun dalam tubuh sedang berusaha melawan infeksi, sehingga tubuh menjadi lelah.

"Hal tersebut berkaitan dengan sitokin, yaitu protein yang diproduksi oleh sistem imun saat dalam ancaman," jelas Richard Watkins, MD, dokter penyakit infeksi sekaligus profesor di Northeast Ohio Medical University, dikutip dari Health.

Sitokin merupakan sinyal yang diberikan oleh tubuh jika terdapat infeksi, tetapi dapat menyebabkan tubuh menjadi kelelahan. Meski tidak terlihat, saat tubuh merasa terancam, tubuh akan langsung melawan ancaman tersebut.

Mengenai kelelahan yang disebabkan oleh COVID-19, sebuah laporan yang dipublikasi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menemukan bahwa sebanyak 55.924 kasus terinfeksi COVID-19 di China menunjukkan bahwa kelelahan merupakan gejala umum COVID-19 nomor tiga dengan persentase sebanyak 38,1 persen. Sementara itu, dua gejala umum lainnya adalah demam (87,9 persen) dan batuk kering (67,7 persen).

Bagaimana cara mengetahui apakah rasa lelah yang dirasakan hanya letih biasa atau gejala COVID-19?

Secara umum, Dr Adalja mengatakan bahwa jika terdapat gejala lainnya selain kelelahan, seperti nyeri otot atau nyeri tenggorokan, hal tersebut bisa menjadi tanda bahwa tubuh bukan merasakan letih biasa. Tetapi, perlu diingat bahwa bukan berarti kamu tidak terinfeksi COVID-19 jika kamu hanya merasakan letih.

Menurut Dr Adalja, untuk mengetahui apakah tubuh sedang mengalami letih biasa atau tidak, kamu bisa mencoba mencari tahu terlebih dahulu apa yang membuatmu kelelahan.

"Kamu harus memikirkan mengapa kamu merasa letih. Apakah karena habis berlari marathon, telat bangun tidur, atau belajar karena ujian? Kamu harus mencoba mencari penjelasan. Saya merasa letih sejak Januari, tapi saya memiliki penjelasan mengenai hal itu," ujar Dr Adalja.

Selain itu, untuk memastikan lebih lanjut, kamu bisa menemui dokter atau melakukan pemeriksaan COVID-19. Pasalnya, terdapat berbagai faktor yang dapat menyebabkan kamu menjadi letih.

Bagaimana mengatasi rasa letih karena COVID-19?

Jika rasa letih yang kamu rasakan sudah terkonfirmasi disebabkan oleh COVID-19, kamu harus beristirahat agar kondisi tubuh tidak semakin menurun. Sebab, kelelahan yang disebabkan oleh COVID-19 dapat berlangsung lama.

Hasil dari sebuah studi yang dirilis pada September 2020 menemukan bahwa sebanyak 52 persen dari 128 pasien terinfeksi COVID-19 mengalami kelelahan terus-menerus. Bahkan, beberapa minggu setelah didiagnosis. Artinya, jika kamu merasa letih dalam waktu cukup lama, maka kamu harus segera menemui dokter.



Simak Video "Yuk Kenali Lagi Beda Gejala DBD dan COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)