Senin, 22 Feb 2021 20:31 WIB

64 Persen KIPI COVID-19 yang Dilaporkan Berkaitan dengan Respons Stres

Firdaus Anwar - detikHealth
Petugas menyuntikan vaksin COVID-19 kepada pedagang di Pasar Tanah Abang Blok A, Jakarta, Rabu (17/2/2021). Vaksinasi COVID-19 tahap kedua yang diberikan untuk pekerja publik dan lansia itu dimulai dari pedagang Pasar Tanah Abang. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) telah menerima laporan berbagai efek samping usai vaksinasi COVID-19. Sebagian besar hanya mengalami efek samping ringan yang sembuh dengan sendirinya, tidak ada yang mengalami kejadian serius.

Ketua Komnas KIPI Hinky Hindra Irawan Satari lebih detail menerangkan memang ada yang mengalami reaksi berat, seperti misalnya kolaps usai diimunisasi, namun itu terjadi bukan karena kandungan vaksin.

"Patut diperhatikan lebih dari 64 persen ada yang disebut kelompok immunization stress related respons. Jadi respons yang terkait dengan kecemasan akibat proses imunisasi, bukan kandungan imunisasinya," kata Hindra dalam konferensi pers yang disiarkan Kementerian Kesehatan, Senin (22/1/2021).

"Jadi lebih dari separuhnya karena proses imunisasinya," lanjut Hindra.

Keluhan yang dilaporkan seperti mual, muntah, pingsan, sesak napas, hingga kejang-kejang setelah diselidiki ternyata tidak berkaitan dengan kondisi medis. Tanpa bantuan obat para penerima vaksin yang melaporkan hal tersebut pun sembuh dengan sendirinya.

Hindra menjelaskan reaksi-reaksi tersebut bisa muncul karena ketakutan yang berlebihan terhadap imunisasi. Bisa karena sudah mendengar kabar miring terkait dampak vaksin COVID-19 atau tegang dengan jarum suntik.

"Ini terjadi pada dewasa, pada anak-anak jarang. Justru anak-anak mungkin cuma jerit-jerit saja abis itu dia happy," pungkasnya.



Simak Video "Laporan BPOM soal Efek Samping Penyuntikan Vaksin Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)