Selasa, 23 Feb 2021 09:01 WIB

Penting! Satgas COVID-19 Tak Anjurkan Pemakaian Tali Masker, Ini Alasannya

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Close up and front shot of white cotton medical mask hung on the neck with strap on the jacket shows the combination of fashion and safety preparation for health, especially in pandemic of flu virus. Satgas COVID-19 menyebut penggunaan tali masker bisa meningkatkan penyebaran virus. Foto: Getty Images/iStockphoto/Wonchalerm Rungswang
Jakarta -

Mayoritas kalangan muda saat ini memunculkan tren baru pemakaian masker di masa pandemi COVID-19 yakni dengan tali pengait yang berfungsi menggantung masker di leher. Bentuknya tali pengait masker ini sama seperti rantai pada kacamata yang berfungsi agar lebih praktis menyimpan masker tetap dekat dengan wajah.

Hanya saja, Satgas Penanganan COVID-19 tidak menganjurkan pemakaian tali masker tersebut karena justru berpotensi menyebarkan virus.

"Kalau kita turunkan pakai pengait itu sampai ke bawah, itu akan kena ke hijab, ke baju. Jadi sebenarnya bagian dalam masker itu tidak boleh kontak dengan lain-lain kecuali dengan bagian tubuh," kata Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19 Brigjen TNI (Purn) dr Alexander K Ginting, SpP (K) dalam konferensi pers BNPB yang disiarkan Minggu (21/2/2021).

Dijelaskan oleh dr Alex, bagian luar masker berfungsi untuk menyaring virus, bakteri, juga kuman agar tidak masuk ke saluran napas. Sementara, bagian dalam masker menghambat droplet dari mulut yang keluar saat bicara.

Menggantungkan masker juga berpotensi menyebabkan bagian dalam masker terekspos area luar yang mungkin juga menempel di bagian leher. Hal ini akan memperbesar potensi penularan virus Corona.

"Apalagi jika tangan kita menyentuh bagian luar kemudian menyentuh lagi bagian dalam. Naik turunnya masker itu yang kita khawatirkan terlebih jika jari-jari kita menyentuh bagian luar masker," jelasnya.



Simak Video "Tips Tangkal Varian Delta yang Dominasi 87% Pasien COVID-19 di Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)