Selasa, 23 Feb 2021 08:30 WIB

Satu Dosis Vaksin Pfizer Efektif Cegah Penularan COVID-19 Hingga 72 Persen

Vidya Pinandhita - detikHealth
A health care professional prepares a Pfizer-BioNTech COVID-19 vaccine at Sheba Tel Hashomer Hospital in Ramat Gan, Israel, Tuesday, Jan. 12, 2021. Israel has struck a deal with Pfizer, promising to share vast troves of medical data with the drugmaker in exchange for the continued flow of its COVID-19 vaccine. Critics say the deal is raising major ethical concerns, including possible privacy violations and a deepening of the global divide between wealthy countries and poorer populations, including Palestinians in the occupied West Bank and Gaza, who face long waits to be inoculated. (AP Photo/Oded Balilty) Penelitian dari Inggris temukan vaksin Pfizer efektif cegah infeksi COVID-19. (Foto: AP/Oded Balilty)
Jakarta -

Penelitian terbaru dari Inggris menemukan bahwa jenis vaksin COVID-19 Pfizer keluaran BioNtech memiliki potensi tinggi untuk melindungi tubuh dari penularan virus dengan potensi hingga 72 persen. Kini, Inggris tengah fokus untuk memperluas vaksinasi dosis 1.

Penelitian ini dilakukan oleh Public Health England (PHE) kepada pekerja kesehatan berusia di bawah 65 tahun. Pekerja yang telah menerima vaksin kemudian diminta untuk melakukan tes PCR setiap 2 minggu sekali dan cek kesehatan untuk melihat risiko asimptomatik.

"Secara keseluruhan, kami menemukan efek yang sangat kuat untuk mengurangi risiko apa pun, tanpa gejala (asimptomatik) dan dengan gejala (simptomatik)," terang strategic response director di PHE, Dr Susan Hopkins, dilansir CNN, Selasa (23/2/2021).

Sedangkan untuk orang-orang yang menerima dosis kedua vaksin, disebut memiliki potensi terlindungi dari infeksi hingga 85 persen.

Lewat penelitiannya, PHE turut mengemukakan bahwa satu dosis vaksin Pfizer pada lansia memiliki tingkat efektivitas 57 persen setelah penyuntikan dosis pertama. Namun setelah suntikan dosis kedua dengan sela waktu 4 minggu dari penyuntikan pertama, efektivitas meningkat menjadi 80 persen.

Sebelumnya, sejumlah penelitian menunjukan bahwa fungsi vaksin adalah mengurangi risiko kematian pada orang yang terinfeksi virus COVID-19. Atau setidaknya, mengurangi risiko harus dirawat di rumah sakit.

"Pertanda baiknya adalah secara keseluruhan, kita mulai melihat penurunan rawat inap dan kematian karena vaksinasi," ujar kepala imunisasi di PHE, Dr Mary Ramsay.

Namun dengan temuan barunya, PHE memprediksi vaksin Pfizer bisa melindungi orang dari risiko penyakit yang lebih parah hingga 57 persen setelah suntikan dosis pertama.

Dengan begitu, Inggris kini memfokuskan pemberian vaksin dosis 1 untuk sebanyak mungkin orang, dengan prioritas orang-orang berisiko tertular tinggi.



Simak Video "Pfizer Uji Klinis Vaksin COVID-19 untuk Anak Usia 5-11 Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/kna)