Selasa, 23 Feb 2021 07:34 WIB

Kanan atau Kiri? Ini Lengan Terbaik untuk Suntik Vaksin COVID-19

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Petugas menyuntikan vaksin COVID-19 kepada pedagang di Pasar Tanah Abang Blok A, Jakarta, Rabu (17/2/2021). Vaksinasi COVID-19 tahap kedua yang diberikan untuk pekerja publik dan lansia itu dimulai dari pedagang Pasar Tanah Abang. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Upaya vaksinasi untuk memutus rantai penularan COVID-19 telah dimulai di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Vaksin COVID-19 saat ini sedang diberikan kepada pekerja garis depan seperti dokter, perawat, dilanjutkan dengan lansia, petugas pelayanan publik, kemudian masyarakat umum.

Dengan dimulainya vaksinasi, orang memiliki banyak pertanyaan dan kekhawatiran tentang mendapatkan vaksin.

Sama seperti kebanyakan vaksin, vaksin virus Corona disuntikkan di lengan atas. Sebagian besar vaksin yang telah disetujui hingga saat ini adalah vaksin dua dosis, di mana dosis kedua diberikan sekitar 14 hari setelah suntikan yang pertama.

Vaksin cenderung memiliki efek samping tertentu yang mungkin sedikit tidak menyenangkan untuk ditangani. Efek samping paling umum dialami orang, dan juga sering terlihat dengan vaksin COVID-19 adalah nyeri otot dan nyeri di tempat suntikan.

Beberapa orang mengalami rasa sakit sehingga mereka tidak dapat menggerakkan tangan selama berjam-jam atau berhari-hari. Inilah salah satu alasan mengapa orang-orang ingin tahu tentang pemilihan lengan untuk mendapatkan vaksin.

Sebenarnya, Anda dapat memilih sendiri lengan tempat suntikan. Tidak ada pilihan benar atau salah dalam memilih lengan.

Tetapi karena rasa sakit tetap ada selama satu atau dua hari setelah vaksinasi, yang terbaik adalah memilih lengan yang tidak dominan, yang merupakan lengan kiri bagi kebanyakan orang. Jika Anda kidal, Anda bisa mendapatkan vaksin di lengan kanan.

"Jika Anda khawatir tentang hal itu dan tangan Anda yang lebih dominan, ya tidak ada salahnya meletakkannya di lengan yang lain, untuk berjaga-jaga," kata Presiden Asosiasi Medis Arizona, Dr Ross Goldberg, dikutip dari ABC15.

Sebaliknya, ada beberapa orang yang merasa nyeri di lengan berkurang dengan gerakan sehingga mereka memilih lengan dominan untuk mendapatkan vaksin dan meredakan nyeri dengan cepat.

Gerakan lengan yang terus menerus dapat meningkatkan aliran darah di area yang terkena dan membantu meredakan nyeri dan nyeri setelah vaksinasi.



Simak Video "Alasan Kemenkes Pilih Kaum Muda Jadi Prioritas Vaksinasi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)