Selasa, 23 Feb 2021 14:07 WIB

Update Vaksin Corona Merah Putih, Bibit Vaksin Diberikan Akhir Maret 2021

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Petugas kesehatan mempersiapkan vaksin COVID-19 saat simulasi pelayanan vaksinasi di Puskesmas Kemaraya, Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (18/12/2020). Simulasi tersebut dilaksanakan agar petugas kesehatan mengetahui proses penyuntikan vaksinasi COVID-19 yang direncanakan pada Maret 2021. ANTARA FOTO/Jojon/rwa. Foto: ANTARA FOTO/JOJON
Jakarta -

Perkembangan penelitian vaksin COVID-19 buatan Indonesia, yaitu vaksin Merah Putih terus melaporkan kabar baik. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan bahwa Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman akan memberikan bibit vaksin ke Bio Farma pada Maret 2021.

"Alhamdulillah dari kabar terakhir Eijkman akan memberikan seed vaccine (bibit vaksin) kepada Bio Farma sesuai dengan target kuartal I 2021 ini, jadi pada bulan Maret ini kita harapkan bisa on time," ujar Erick dalam konferensi pers virtual, Selasa (23/2/2021).

"Diprediksi kalau semua berjalan lancar, kita bisa mulai memproduksi vaksin sendiri yaitu vaksin merah putih di kuartal I 2022," lanjutnya.

Selaras dengan itu, Kepala LBM Eijkman Prof Amin Subandrio mengatakan penelitian vaksin Merah Putih oleh lembaga tersebut sudah masuk ke tahap akhir pembuatan bibit di laboratorium.

"Hari ini sudah sampai tahapan akhir di laboratorium, ini bibit vaksin targetnya diberikan ke PT Bio Farma selaku industri itu akhir Maret," kata Prof Amin yang dikutip dari CNN Indonesia, Selasa (23/2/2021).

Meski sudah menghasilkan bibit vaksin, perjalanan vaksin Merah Putih ini masih sangat panjang untuk diberikan pada manusia. Menurut Prof Amin, penelitian ini masih terus berlanjut di industri, agar bisa menghasilkan bahan jadi untuk vaksin tersebut.

Selanjutnya, vaksin Merah Putih ini akan melewati uji klinis fase I, II, dan III, serta dievaluasi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk mendapat izin penggunaan.

"Perjalannya sih masih panjang, karena ini kan baru bibit vaksinnya. Dari lab, untuk bisa uji klinik itu harus diproses di industri karena harus menggunakan fasilitas Cara Pembuatan Obat yang Benar (CPOB) kemudian baru uji klinis," jelasnya.



Simak Video "Vaksin COVID-19 Karya RI Pakai Sel Dendritik, Ini Cara Kerjanya"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)