Kamis, 25 Feb 2021 09:10 WIB

Rambut Rontok Dilaporkan Jadi Gejala Baru Pasien 'Long COVID'

Vidya Pinandhita - detikHealth
Woman losing hair on hairbrush in hand Laporan terbaru, rambut rontok jadi gejala 'Long COVID'. (Foto: iStock)
Jakarta -

Pada beberapa kasus, pasien COVID-19 mengalami gejala berkepanjangan atau yang kini disebut 'Long COVID'. Bahkan, gejala yang dialami bisa berkembang dari gejala awal yang umumnya dialami pasien COVID-19.

Dilansir Times of India, National Institute for Health and Care Excellence (NICE), gejala long COVID umumnya terjadi selama 12 minggu. Namun menurut sejumlah penelitian lain, gejala ini bisa disebut sebagai long COVID jika sudah terjadi selama minimal 8 minggu.

Berdasarkan penelitian dari The Lancet, seperempat dari pasien COVID-19 yang sudah dinyatakan sembuh mengeluhkan masalah rambut rontok pasca kesembuhannya.

Dalam penelitian yang berlangsung di Wuhan kepada 1.655 pasien COVID-19, sebanyak 357 orang mencakup 22 persen di antaranya pernah mengalami kerontokan rambut 6 bulan setelah dipulangkan. Mayoritas, gejala ini dikeluhkan oleh wanita.

Selain masalah rambut rontok, penelitian ini juga menemukan gejala pada kasus long COVID lain berupa rasa lelah berlebih, kesulitan tidur pada 26 persen pasien, hingga kondisi mental seperti kecemasan dan depresi pada 23 persen pasien.

"Pasien yang mengalami gejala parah selama perawatan di rumah sakit mengalami gangguan kapasitas difusi paru dan masalah pada dada. Merekalah yang akan diberikan penanganan untuk pemulihan jangka panjang," terang peneliti dalam laporannya.



Simak Video "Temuan WHO: Seperempat Penyintas Corona di Dunia Alami Long Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/kna)