Sabtu, 27 Feb 2021 20:00 WIB

6 Gejala Kanker Hati, Penyakit di Balik Meninggalnya Ng Man Tat

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Liver cancer concept photo. Anatomical shape of liver lies near letters composing word cancer surrounded by set of tests, analysis, drugs, MRI and stethoscope. Diagnosis treatment of cancerous liver Ilustrasi kanker hati. (Foto: iStock)
Jakarta -

Aktor Hong Kong Paman Tat atau Richard Ng Man Tat meninggal dunia pada Sabtu (27/2/2021) pukul 17.16 waktu setempat. Paman Tat yang sering muncul dalam film yang berperan sebagai Guru Bo Bo Ho ini meninggal di Union Hospital karena penyakit kanker hati yang diidapnya.

"Ia meninggalkan kami dengan damai. Dokter sengaja memberikan obat agar ia merasa lebih baik dan meninggal dunia dalam keadaan tertidur," tutur Tenky Tin Kai-Man, sahabatnya.

Penyakit kanker hati ini menjadi jenis kanker yang gejalanya sering tidak diketahui. Banyak orang yang tidak mengalami gejalanya pada tahap awal kanker itu terjadi sampai stadium lanjut.

Namun, ada beberapa gejala yang mungkin bisa menjadi tanda awal dari penyakit kanker hati ini. Beberapa gejala yang mungkin muncul yang dikutip dari Healthline, yaitu:

  • Rasa tidak nyaman di area perut, seperti nyeri saat ditekan ataupun tidak
  • Bagian kulit dan putih di mata menguning atau sering disebut penyakit kuning
  • Mual
  • Muntah
  • Mudah memar atau berdarah
  • Tubuh terasa lemas dan mudah lelah

Lalu, bagaimana mendeteksinya?

Untuk mendiagnosis atau mendeteksi adanya kanker hati seperti yang dialami Paman Tat ini bisa melalui pemeriksaan kesehatan fisik. Adapun beberapa tes dan prosedur diagnostik untuk mendeteksi kanker hati, yang meliputi:

- Tes fungsi hati dengan mengukur kadar protein, enzim hati, dan bilirubin dalam darah.

- Mendeteksi adanya alpha-fetoprotein (AFP) dalam darah, yaitu protein yang biasanya hanya diproduksi hati.

- CT scan perut atau MRI, ini akan memperlihatkan kondisi hati dan organ lain secara rinci. Dengan cara ini, dokter bisa menentukan apakah kanker tersebut sudah menyebar ke organ lain atau tidak.



Simak Video "Kasus COVID-19 RI Melonjak, Ini Pesan Epidemiolog untuk Pemerintah"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)