Senin, 01 Mar 2021 05:11 WIB

Bra Terlalu Ketat Bisa Picu Asam Lambung, Begini Mengatasinya

Yuviniar Ekawati - detikHealth
ilustrasi bra Ilustrasi bra (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta -

Bra yang terlalu longgar memang membuat bra tidak menopang payudara dengan baik. Tetapi, menggunakan bra yang terlalu ketat dapat menimbulkan rasa sakit dan membatasi pergerakan.

Selain itu, perempuan yang menggunakan bra terlalu ketat umunya mengalami kesulitan saat bernafas dan nyeri pada tubuh bagian atas.

Tubuh perempuan memiliki beragam bentuk, baik bentuk pundak, tulang rusuk, dan payudara. Oleh karena itu, ukuran bra, baik tali pengaitnya hingga ukuran cup juga berbeda-beda.

Selain ciri-ciri di atas, berikut dua cara mengetahui kalau bra benar-benar ketat:

1. Megalami gangguan kulit

Dikutip dari Healthline.com, bra yang terlalu ketat menyebabkan kulit menjadi iritasi dan lecet. Masalah kulit yang dapat terjadi adalah peradangan kulit, gatal-gatal, dan milaria (ruam panas).

Pada saat memakai pakaian ketat, seringkali refleks untuk menggaruk bagian yang gatal sehingga menyebabkan peradangan pada folikel rambut atau tempat tumbuhnya rambut.

Heather Downes, seorang dermatologis juga mengatakan, "bakteri dan/atau jamur di permukaan kulit bisa lebih mudah menembus ke dalam folikel rambut sehingga menyebabkan infeksi."

2. Mengalami asam lambung atau GERD

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) menimbulkan rasa terbakar di dada. Hal itu terjadi Ketika asam lambung didorong dari perut ke kerongkongan. Downess mengatakan bahwa penggunakan pakaian yang ketat dapat memicu terjadinya GERD. Hal ini juga berlaku pada bra.

Setelah mengetahui bra yang dipakai terlalu ketat, begini cara melonggarkan bra yang terlalu ketat, dikutip dari Healthline:

  • naikkan satu tingkat ukuran: lihat apakah itu memberikan ruang bernapas yang baik.
  • menyesuaikan diameter bra dengan tulang rusuk: mayoritas penyangga bra berasal dari bagian tersebut, bukan cup ataupun tali pada pundak.
  • menggunakan berbagai ukuran: ukuran bra bisa mengalami fluktuasi yang disebabkan kondisi hormonal, usia, dan kehamilan.


Simak Video "Nyeri Hebat saat Menstruasi Bisa Mandul? Ini Penjelasan Dokter!"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)