Minggu, 28 Feb 2021 06:11 WIB

Mungkinkah Pandemi COVID-19 Berakhir di April 2021?

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) hadirkan laboratorium mini-layanan tes swab antigen bagi para pegawai. Hal itu dilakukan guna cegah COVID-19. Virus Corona COVID-19 (Foto: Rifkianto Nugroho)
Topik Hangat Kapan Corona Hilang?
Jakarta -

Tren penurunan kasus COVID-19 terjadi di berbagai belahan dunia. Setidaknya, angkanya makin landai beberapa waktu belakangan.

Organisasi kesehatan dunia WHO mencatat adanya tren penurunan jumlah kasus baru COVID-19 dalam enam pekan berturut-turut. Dibanding pekan sebelumnya, jumlah kasus baru pekan ini 11 persen lebih rendah.

Demikian juga dengan jumlah kematian yang tercatat. Dalam sepekan, sekurangnya ada penurunan sebanyak 20 persen di seluruh dunia.

Marty Makary, seorang profesor di Johns Hopkins University dalam sebuah tulisan di Wall Street Journal memprediksi Amerika Serikat akan mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok pada April tahun ini. Artikel tersebut dipublikasikan pada 18 Februari.

Prediksi ini didasarkan pada sejumlah perhitungan, termasuk penurunan kasus sebesar 77 persen dalam 6 pekan ke belakang. Penurunan ini, menurutnya terjadi karena sebagian individu telah membentuk imunitas alami dari infeksi yang dialami.

"Imunitas alami dari infeksi sebelumnya jauh lebih umum daripada yang terukur lewat testing," katanya.




Berbicara dalam media briefing pada 15 Februari, Direktur Jendral WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengingatkan untuk tidak lengah. Kondisi saat ini, menurutnya, membuktikan bahwa langkah kecil bisa membuahkan hasil meski ada ancaman varian baru virus Corona yang lebih menular.

"Masalahnya sekarang adalah bagaimana kita merespons trend ini. Api belum padam, tetapi kita sudah membuatnya lebih kecil. Jika kita berhenti memeranginya, ini bisa bangkit lagi," pesan Tedros.



Simak Video "Ahli Gizi Ingatkan Jaga Pola Makan Seimbang Saat Puasa"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)
Topik Hangat Kapan Corona Hilang?