Rabu, 24 Mar 2021 06:30 WIB

Gas Yuk! Ini Risikonya Jika Vaksinasi COVID-19 RI Nggak Bisa Lebih Cepat

Vidya Pinandhita - detikHealth
Petugas medis menyuntikan vaksin COVID-19 kepada sejumlah pegawai pusat perbelanjaan di Depok Town Square, Depok, Jawa Barat, Selasa (23/3/2021). Dinas Kesehatan Kota Depok mulai melakukan vaksinasi COVID-19 dosis pertama kepada 1.500 orang pegawai pusat perbelanjaan. Vaksin COVID-19 (Foto: Dedy Istanto)
Topik Hangat Kapan Corona Hilang?
Jakarta -

Kementerian Kesehatan menyebut, angka vaksinasi COVID-19 hingga hari ini berjalan sesuai rencana meski kenyataannya belum mencapai target 1 juta dosis perhari. Pakar mengkhawatirkan, vaksinasi yang berjalan terlalu lambat bisa menggagalkan terbentuknya herd immunity.

Hingga kini, belum ada kepastian soal berapa lama imunitas bertahan pada orang yang sudah disuntik vaksin COVID-19. Sejumlah ahli memprediksi imunitas ini bertahan selama 6 bulan sampai 1 tahun setelah penyuntikan.

"Andai 1 tahun, mudah-mudahan bisa lebih lama. Andai 1 tahun, kecepatan vaksinasi kita selama 1 tahun tidak mencapai 70 persen (181 juta orang), maka kita tidak pernah mencapai herd immunity. Dalam 1 tahun, (imunitas) orang yang diproteksi vaksin dulu sudah hilang. Dia seperti orang yang belum divaksin," ujar pakar epidemiologi dari Universitas Airlangga (Unair) Windhu Purnomo dalam webinar, Selasa (23/3/2021).

Menurut laporan Kemenkes, total sasaran vaksinasi di Indonesia untuk herd immunity terbentuk sebanyak 181.554.465 orang. Namun per Senin (22/3/2021), vaksin COVID-19 dosis 1 baru diberikan kepada 5.732.210 orang terdiri dari SDM kesehatan, petugas layanan publik, dan lansia.

Sementara dosis 2 baru diberikan kepada 2.494.422 orang.

Menurut Windhu, kecepatan vaksinasi ini semakin penting lantaran Indonesia berhadapan dengan tingginya risiko kematian akibat COVID-19.

"Orang kalau tertular asal nggak mati, nggak menakutkan. Tapi kalau mati, itu yang menakutkan. Kematian akibat COVID-19 cukup tinggi, sampai hari ini masih 2,7 persen," pungkasnya.

Meski laju vaksinasi disebut berjalan sesuai rencana, juru bicara vaksinasi COVID-19 dr Siti Nadia Tarmizi menyebut pemerintah tetap mengupayakan penggenjotan laju vaksinasi setiap hari. Di antaranya, melalui pengadaan sentra vaksinasi dengan target 2.000 - 3.000 suntikan dosis perhari, menyesuaikan ketersediaan vaksinator.

Pasalnya, puskesmas hanya mampu menyediakan vaksinasi 50 - 150 dosis per hari. Sedangkan RS 300 - 500 dosis per hari.

"Vaksinasi ini ritmenya terkesan lama, tapi sebenarnya cakupan yang sudah dikerjakan cukup banyak," ujar dr Nadia lebih lanjut pada detikcom.



Simak Video "Herd Immunity akan Sulit Dicapai Jika..."
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)
Topik Hangat Kapan Corona Hilang?