Sabtu, 13 Mar 2021 21:14 WIB

Round Up

Semrawutnya Vaksinasi Corona Dibayangi Potensi Kadaluwarsa

Ardela Nabila - detikHealth
Program vaksinasi COVID-19 bagi tenaga kesehatan masih terus berjalan. Pemprov DKI Jakarta gelar vaksinasi massal di Istora Senayan, Jakarta. Vaksin COVID-19 (Foto: Rengga Sancaya)
Jakarta -

Sejak dimulai Januari silam, vaksinasi COVID-19 di Indonesia telah menjangkau hampir 4 juta penerima dosis pertama. Berbagai tantangan dihadapi, mulai dari semrawutnya informasi hingga potensi kedaluwarsa.

Kesemrawutan informasi tentang vaksinasi COVID-19 banyak dikeluhkan belakangan ini. Salah satunya tercermin dari pelaksanaan Sentra Vaksinasi Bersama BUMN di Istora Senayan baru-baru ini.

Informasi resmi menyebut, hanya lansia ber-KTP DKI Jakarta yang bisa dilayani. Namun berbagai broadcast viral menyebut lansia manapun bisa datang dan dilayani, bahkan tanpa perlu mendaftar terlebih dahulu.

Pun, informasi yang tercantum dalam spanduk yang ada di lokasi menyiratkan bahwa lansia non-DKI tetap bisa dilayani asalkan membawa surat keterangan domisili. Bahkan dalam praktiknya, siapapun asal sudah berusia 60 tahun ke atas, pada akhirnya bisa dilayani.

Beberapa lansia yang ditemui detikcom pada Sabtu (13/3/2021) datang dari Tangerang Selatan, Bogor, dan Bekasi.

Menunggu tanpa kepastian

Cerita lain datang dari Bandung. Seorang lansia mengisahkan, ia dan istrinya yang juga lansia, sudah mendaftar di puskesmas sesuai anjuran. Namun hingga sebulan menanti kabar, ia tak kunjung mendapat kepastian kapan bakal mendapat vaksin Corona.

Beruntung, sang anak menawarinya jalur vaksinasi massal. Tak perlu menunggu lama, ia dan istrinya langsung bisa disuntik.

Juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi menyebut, lambatnya proses vaksinasi COVID-19 dibayangi risiko kedaluwarsa stok vaksin yang ada saat ini.

"Jadi dengan potensi terjadinya kedaluwarsa ini jadi tantangan kita terutama di daerah yang terpencil, terluar, dan terdalam agar mereka segera melakukan vaksinasi mengingat vaksinasi ini masa penggunaannya cukup singkat. Ini yang jadi monitoring kita," kata Nadia dalam talkshow di Radio Kementerian Kesehatan, Jumat (12/3/2021).

Vaksin Corona buatan Sinovac yang didatangkan pada gelombang pertama bahkan akan kedaluwarsa pada 25 Maret 2021. Namun dr Nadia memastikan, stok vaksin sebanyak 1,2 juta dosis yang akan segera kedaluwarsa tersebut saat ini telah habis digunakan.



Simak Video "Indonesia Kantongi Lebih dari 141 Juta Dosis Vaksin COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)