Senin, 01 Mar 2021 21:43 WIB

Pilih IUD atau Suntik KB? Kenali 6 Jenis Kontrasepsi

Yuviniar Ekawati - detikHealth
Alat KB IUD Alat kontrasepsi (Foto: Getty Images/iStockphoto/Mariakray)
Jakarta -

Ada bermacam-macam alat maupun metode kontrasepsi. Masing-masing punya kelebihan maupun kekurangan, tinggal disesuaikan dengan kebutuhan dan kenyamanan.

Menurut dr Ilham Utama Surya, SpoG, staf Medis Women Health Service RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo, keluarga berencana adalah program pengaturan jarak kehamilan minimal dua tahun, hal tersebut dilakukan sebagai cara agar ibu sehat secara jasmani dan rohani.

dr Ilham yang juga dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Departemen Obstetri dan Ginekologi melanjutkan, waktu tersebut guna mengoptimalkan nutrisi setelah kehamilan, persalinan, dan menyusui.

Selain memerhatikan jarak ideal bagi ibu untuk memiliki anak lagi. Usia juga menjadi faktor penting yang harus diperhatikan. Usia optimal dan risiko kematian paling rendah bagi ibu dan anak adalah 20-35 tahun.

Begitu banyak yang menjadi pertimbangan untuk perempuan dapat mengandung dan melahirkan secara aman.

Untuk dapat menerapkan keluarga berencana, diperlukan kontrasepsi untuk penjarangan kehamilan. Berikut adalah 6 tipe alat atau metode kontrasepsi yang dipaparkan oleh dr Ilham dirangkum dari Haibunda:

1. Metode Amenorrhea Laktasi (MAL)

Selain memberikan nutrisi yang cukup bagi bayi. Menyusui ternyata dapat menghambat terjadinya ovulasi.

Dr. Ilham menjelaskan, MAL ini akan efektif bila melakukan ASI eksklusif enam bulan pertama. Dengan menyusui pada ibu akan terjadi amenorrhea (tidak menstruasi).

2. Suntik

Tipe suntik ini terbagi menjadi dua yaitu, suntikan satu bulan dan tiga bulan. Tipe suntik ini menghambat ovulasi, menghalangi pembuahan, dan menipiskan dinding endometrium.

Pada suntikan satu bulan, ibu akan mengalami menstruasi bulanan sedangkan suntikan tiga bulan mengalami amenorrhea.

3. Alat Kontrasepsi dalam Rahim (AKDR) atau Intrauterine Device IUD

AKDR ini adalah alat kontrasepsi dengan bentuk T berbahan tembaga. Alat ini, kata dr Ilham, dapat menghalangi pembuahan dan menimbulkan reaksi radang di endometrium sehingga mencegah implantasi.

Alat kontrasepsi ini cukup sekali pemasangan dan dapat digunakan jangka panjang. Selain ekonomis alat ini juga tidak menimbulkan efek sistemik, efektivitas tinggi, dan kesuburan ibu dapat Kembali dengan cepat.

TERUSKAN MEMBACA, KLIK DI SINI



Simak Video "Hmm.. Pil KB Bikin Gemuk, Mitos atau Fakta?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)