Rabu, 03 Mar 2021 06:35 WIB

IDI Sebut Demam Bisa Jadi Cikal Bakal 'Long COVID'

Vidya Pinandhita - detikHealth
Pasien COVID-19 tanpa gejala berada diruang isolasi mandiri di Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (22/9/2020). Menurut petugas dilokasi saat ini sudah diisi oleh 9 warga berstatus OTG (orang tanpa gejala). Pemerintah kota Bekasi menyiapkan 57 tempat tidur untuk pasien COVID-19 di Stadion Patriot Chandrabhaga. Isolasi COVID-19 (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Setahun Corona di Indonesia, 'Long COVID' alias gejala berkepanjangan setelah dinyatakan sembuh dari COVID-19 kian bermunculan. Namun hingga kini, belum ada kepastian soal penyebab dan gejalanya.

Dr Eka Mulyana dari Divisi Advokasi dan Hubungan Eksternal Tim Mitigasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengatakan, long COVID baru ditemukan dalam 2 bulan terakhir.

Ia menyebut, di awal kemunculannya, COVID-19 memang disebut 1.000 face disease lantaran gejalanya amat banyak dan sulit diprediksi.

"Long COVID fenomenanya baru muncul 2 bulan terakhir ketika didapatkan fenomena, ternyata banyak orang bergejala. Punya tambahan-tambahan gejala setelah dinyatakan bebas dari COVID," dalam konferensi pers virtual, Senin (1/3/2021).

Ia sebutkan, hingga kini belum ada kepastian soal gejala dan durasi kasus long COVID. Kebanyakan, gejala yang ditemukan di Inonesia berupa sesak napas berkepanjangan.

Akan tetapi, ada pula beberapa gejala long COVID berupa rasa lelah berlebihan terus-menerus. Umumnya, hal tersebut disebabkan kerja jantung melemah. Dampak berkepanjangannya, pasien sulit beraktivitas normal kembali.

"Ini masih kita lihat apa penyebabnya pada orang-orang yang alami COVID sedang sampai kritis atau sedang sampai berat. Kalau ringan, biasanya tidak ada (long COVID)," terangnya lebih lanjut pada detikcom.

Hingga kini, fenomena long COVID masih diselidiki. Biasanya, cikal bakal gejala COVID berkepanjangan adalah demam yang tidak turun-turun. Sedangkan pasien dengan gejala awal anosmia cenderung berpotensi cepat pulih kembali.

"Itu fenomena yang membutuhkan penelitian untuk bisa dibuktikan karena data itu banyak," pungkasnya.



Simak Video "Gejala Long Covid Jadi Perhatian WHO dan Para Ahli Medis"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)