Corona B117 Masuk RI, Pakar Ingatkan Kemungkinan Dampak ke Pasien Komorbid

ADVERTISEMENT

Corona B117 Masuk RI, Pakar Ingatkan Kemungkinan Dampak ke Pasien Komorbid

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Rabu, 03 Mar 2021 10:30 WIB
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak
Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal
Jakarta -

Varian baru Corona B117 Inggris sudah masuk Indonesia. Kabar ini mulanya diumumkan Wakil Menteri Kesehatan dr Dante Saksono bertepatan dengan setahunnya pandemi Corona di Indonesia.

Menurutnya, varian Corona B117 ditemukan pada Senin malam (1/3/2021). Belakangan, info berbeda disampaikan Prof Amin Subandrio Kepala Lembaga Molekuler (LBM) Eijkman, Corona B117 disebut sudah ditemukan beberapa pekan lalu.

"Kasusnya sebenarnya kasus impor yang datang di Indonesia, dan datangnya bukan tadi malam. Datangnya beberapa minggu yang lalu. Karena berbagai prosedur baru terdeteksi ada dua kasus," kata Prof Amin dalam diskusi online di kanal YouTube medcomid, Selasa (2/3/2021).

Adanya mutasi Corona B117 juga dikonfirmasi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dengan menyebutkan kasus tersebut berasal dari Arab Saudi. Seberapa bahaya sebenarnya varian Corona B117 ini?

Menurut Guru Besar Biologi Universitas Airlangga (UNAIR) Prof Chairul A Nidom, temuan 2 kasus B117 disebut belum diinput ke bank yang mengumpulkan data-data whole genome sequencing (WGS) GISAID per 2 Maret 2021. Pasalnya, para pakar khususnya ahli virologi perlu ikut melihat apakah varian yang ditemukan karakternya sama persis dengan B117.

"Karena virus COVID-19 tidak ditentukan oleh satu bagian yang mutasi," jelas Prof Nidom kepada detikcom.

Apakah ada dampaknya bagi vaksin Corona?

Prof Nidom tak mengesampingkan hal tersebut. Ia pun mendesak agar vaksin-vaksin Corona yang akan digunakan perlu diuji pada varian Corona B117.

"Ada kemungkinan vaksin COVID-19 tidak sesuai lagi dan perlu direvisi. Tapi sebelumnya vaksin-vaksin yang digunakan di Indonesia perlu diuji dengan virus B117," sebutnya.

Di sisi lain ia juga mewanti-wanti masyarakat yang memiliki komorbid. Pasalnya, varian Corona B117 ini diyakini lebih cepat menular.

"Karena kecepatan penularan sangat tinggi, penyakit COVID-19 ini yang berpengaruh terhadap kefatalan ditentukan oleh komornid, maka masyarakat perlu mengontrol komorbidnya," lanjut Prof Nidom.

Waspada mutasi Corona hybrid

Nidom menyarankan agar testing, tracing dan treatment ditingkatkan. Termasuk mendeteksi lebih banyak kasus Corona B117 yang kemungkinan sudah menyebar hingga varian-varian Corona lain yang memiliki lebih dari dua mutasi atau mutasi Corona hybrid.

"Tingkatkan 3T untuk mendeteksi penyebaran virus COVID-19 terutama B117 atau varian-varian lain termasuk yang melakukan koalisi (hibrida)," tutupnya.



Simak Video "Studi AS Ungkap Covid-19 Memperparah Kerusakan Otak Jangka Panjang"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT