Rabu, 03 Mar 2021 15:32 WIB

Awas! Terlalu Gemuk Imunitas Memburuk, 46 Persen Lebih Rentan COVID-19

Vidya Pinandhita - detikHealth
Female is dieting and checking her weight on the scale, selective focus Pengidap obesitas 46 persen lebih rentan terkena COVID-19. Foto: istock
Jakarta -

COVID-19 menjadi tantangan besar bagi pengidap obesitas. Pasalnya, pengidap obesitas lebih berisiko terinfeksi COVID-19 dengan risiko gangguan pernapasan dan masalah penyakit komorbid berkepanjangan.

Dokter gizi Dr dr Nurpudji Taslim, SpGK (K), MPH memaparkan, pengidap obesitas 46 persen lebih berisiko terkena COVID-19.

Dengan risiko penyakit komorbid, termasuk masalah pernapasan dan kardiovaskular yang tinggi, pengidap obesitas yang terkena COVID-19 disebut 74 persen lebih berisiko memerlukan penanganan ICU. Angka kematian pun lebih tinggi 48 persen dibanding pasien COVID-19 non obesitas.

"Adanya komorbid pada orang obesitas, hipertensi, kardiovaskuler, penyakit ginjal, atau liver, ini semua akan memperberat. Risiko akan semakin naik. Orang-orang obesitas kemungkinan besar masuk ICU tinggi sekali. Kalau kita lihat data, yang masuk (ICU) jauh lebih tinggi," ujarnya dalam webinar peringatan Hari Obesitas Sedunia, Rabu (3/3/2021).

Ia menyebutkan, obesitas adalah penyakit kronis. Maka itu, besar kemungkinan pengidap obesitas mengalami gangguan pernapasan, komorbiditas, dan masalah metabolik.


Turut hadir dalam webinar, dokter endokrin Prof Dr dr Ketut Suastika, SpPD-KEMD menyebut pengidap obesitas cenderung memiliki sistem imunitas yang buruk.

Sama seperti pada kasus diabetes, tubuh pengidap obesitas cenderung tidak bisa melawan inflamasi. Hal itulah yang sebenarnya meningkatkan risiko bahaya pada pengidap obesitas yang terkena COVID-19, tak lain karena tubuh tidak memiliki sistem perlawanan yang memadai terhadap infeksi.

"Respon imun pada pengidap obesitas lebih buruk dibandingkan non obesitas. Dia mudah terkena infeksi. Kalau infeksi juga luarannya jelek," ujarnya.



Simak Video "Cara Tingkatkan Saturasi Oksigen Bagi Pasien Covid-19 yang Obesitas"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)