Kamis, 04 Mar 2021 09:00 WIB

Otoritas Palestina Dikritik karena Berikan Vaksin COVID-19 untuk VIP

Firdaus Anwar - detikHealth
The doctor prepares the syringe with the cure for vaccination. Otoritas Palestina dikritik karena memberikan vaksin COVID-19 kepada kelompok 'individu penting' atau VIP, bukan tenaga kesehatan. (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta -

Otoritas Palestina mendapat kecaman setelah memutuskan memberikan sebagian vaksin COVID-19 untuk kelompok 'individu penting' atau VIP. Diketahui sekitar 12.000 dosis vaksin COVID-19 yang di dapat Palestina seharusnya digunakan untuk memvaksinasi tenaga kesehatan.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Palestina mengaku memberikan 10 persen dari 12.000 dosis vaksin COVID-19 tersebut untuk tim sepak bola, pejabat, pengawal presiden, dan anggota eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina. Sekitar 200 dosis vaksin juga diberikan untuk Yordania.

Kemenkes beralasan karena pejabat-pejabat tersebut bekerja dekat dengan presiden dan perdana menteri. Sementara tim sepak bola diberikan karena akan mewakili Palestina dalam pertandingan di luar negeri.

Berbagai kelompok kemanusiaan di Palestina mengkritik keputusan tersebut dan mendorong dilakukan investigasi dalam program vaksinasi. Otoritas Palestina dianggap tidak transparan.

"Informasi dan testimoni yang ada menunjukkan kasus-kasus vaksin bisa didapatkan kelompok tertentu, mengabaikan prioritas distribusi," kata kelompok dalam pernyataan bersama seperti dikutip dari Reuters, Kamis (4/2/2021).

Palestina yang memiliki 5,2 juta populasi diketahui sudah mendapat sekitar 34.700 dosis vaksin. Sebagian diberikan dalam bentuk donasi dari Israel, Rusia, dan Uni Emirat Arab.



Simak Video "Apakah Tubuh Jadi Kebal COVID-19 Setelah Divaksin? "
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)