Kamis, 04 Mar 2021 17:18 WIB

Satgas: Varian Baru Corona Akan Terus Muncul saat Penularan Masih Ada

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Virus Corona terbaru atau Sars-Cov-2 yang menjadi penyebab COVID-19 memang berbahaya. Tapi tampilannya di bawah mikroskop bisa sangat bertolak belakang. Foto: NIAID
Jakarta -

Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menyebut selama pandemi Corona belum teratasi, COVID-19 akan terus bermutasi. Ia menegaskan hal ini dikarenakan penularan tinggi memicu lebih banyak varian baru Corona muncul.

"Mutasi dari virus atau munculnya varian baru dari virus adalah hal lazim yang ditemui utamanya di masa pandemi. Pada prinsipnya, varian akan terus bertambah seiring dengan berjalannya waktu," beber Wiku dalam konferensi pers Kamis (4/3/2021).

"Khususnya saat kondisi pandemi masih berlangsung, karena adanya penularan yang terjadi di masyarakat. Seiring dengan potensi," lanjutnya.

Wiku menyebut, peneliti kini tengah mempelajari setiap mutasi atau varian baru Corona yang ditemukan. Maka dari itu, masyarakat diminta tak waspada menanggapi temuan varian baru.

"Kita juga memperketat proses skrining demi mencegah masuknya varian baru dari negara lain ataupun dari satu daerah ke daerah lainnya," bebernya.

Adapun whole genome sequencing yang sudah diinput ke bank data GISAID hingga saat ini berjumlah 495. Total 471 di antaranya adalah WGS lengkap, kata Wiku.



Simak Video "Ramai Varian Corona Baru, Apakah Mutasi Virus Selalu Berbahaya?"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)