Jumat, 05 Mar 2021 10:31 WIB

Vaksin COVID-19 yang Dimodifikasi untuk Varian Baru Bisa Cepat Dapat Izin

Firdaus Anwar - detikHealth
Vaksinasi massal untuk pekerja sektor transportasi digelar di Terminal Poris Plawad, Kota Tangerang. 1.000 orang ditargetkan mengikuti vaksin COVID-19 ini. Vaksin COVID-19. (Foto ilustrasi: Ari Saputra)
Jakarta -

Kemunculan berbagai varian COVID-19 menimbulkan kekhawatiran bisa berdampak terhadap efikasi vaksin yang tersedia saat ini. Untuk itu, sebagian produsen sudah mulai melakukan modifikasi terhadap vaksin sehingga bisa melawan varian-varian tersebut.

Hal yang kemudian disebut berpotensi jadi tantangan adalah proses panjang pengujian agar vaksin-vaksin yang sudah dimodifikasi bisa mendapat izin.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Inggris (MHRA) bersama regulator kesehatan di Australia, Kanada, Swis, serta Singapura sepakat akan menerapkan metode pemberian izin yang cepat. Produsen hanya perlu menunjukkan data dari uji klinis vaksin yang sudah ada ditambah bukti bahwa antibodi yang dihasilkan bisa melawan varian.

Dengan metode ini harapannya proses pemberian izin vaksin COVID-19 yang sudah dimodifikasi dapat dilakukan dalam periode mingguan atau bulanan, tidak sampai setahun.

Kepala Eksekutif MHRA, June Raine, mengatakan hingga saat ini tidak ada bukti bahwa vaksin COVID-19 yang sudah tersedia sama sekali kehilangan efektivitasnya. Vaksin disebut masih bisa memberikan efek perlindungan, terutama mencegah kasus parah dan kematian.

"Belum ada keharusan bagi kami agar secepatnya menyediakan vaksin yang efektif untuk varian baru. Tapi minimal kami sudah bersiap," ungkap June seperti dikutip dari BBC, Jumat (5/3/2021).



Simak Video "Melihat Proses Virus Corona Bermutasi dan Munculkan Varian Baru"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)