Sabtu, 06 Mar 2021 11:01 WIB

Ngeri! WHO Sebut Pandemi Corona Lebih Traumatis daripada Perang Dunia II

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ratusan tenaga medis gugur akibat pandemi COVID-19. Pembatasan jam kerja nakes pun dinilai dapat menjadi upaya untuk melindungi tenaga medis dari virus Corona. Foto: Antara Foto/Prasetia Fauzani.
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan pandemi COVID-19 dianggap menyebabkan trauma massal dalam skala yang lebih besar daripada Perang Dunia II. Dampaknya juga akan berlangsung selama bertahun-tahun yang akan datang.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom mengingatkan bukan tidak mungkin dampak dari pandemi Corona akan berlangsung dalam beberapa tahun ke depan.

"Hampir seluruh dunia terpengaruh, setiap individu di permukaan dunia benar-benar terpengaruh. Dan itu berarti trauma massal, yang melebihi proporsi, bahkan lebih besar dari yang dialami dunia setelah Perang Dunia Kedua," ungkapnya dikutip dari CNBC International, Sabtu (6/3/2021).

Trauma massal akibat pandemi akan memengaruhi suatu komunitas selama bertahun-tahun yang akan datang. Tedros mengatakan, pandemi sangat berpengaruh terhadap kesehatan dan mental manusia.

Pernyataan WHO ini adalah respons atas pertanyaan apakah negara-negara harus lebih mempertimbangkan dampak pandemi terhadap ekonomi dan kesehatan mental ke depannya. Tedros menekankan, kesehatan mental harus diutamakan.

"Jawabannya pasti, ya," kata Maria Van Kerkhove, Kepala Unit Penyakit dan Zoonosis WHO, menambahkan pernyataan Tedros.

"Ada ragam dampak yang ditimbulkan pada individu, apakah Anda kehilangan orang yang dicintai, atau anggota keluarga atau teman terkena virus ini. Entah Anda kehilangan pekerjaan, anak-anak tidak bersekolah, orang terpaksa tinggal di rumah dalam situasi yang sulit," lanjutnya.

Dunia saat ini masih dalam fase akut dari pandemi terutama saat virus menyerang sebuah komunitas, dan menewaskan puluhan ribu orang setiap minggunya. Bagaimanapun, dampak kesehatan mental akan menjadi masalah besar dalam jangka panjang.



Simak Video "Ahli Prediksi Akhir 2021 55% Penduduk Indonesia Punya Kekebalan Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)