Minggu, 07 Mar 2021 08:35 WIB

Corona B1351, 'Varian Raja' dari Afsel yang Lebih Diwaspadai dari B117

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
COVID-2021 South African Variant Varian Corona Afrika Selatan. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Innocent Maboshe)
Topik Hangat Corona B117 Masuk RI
Jakarta -

Peneliti genomik molekuler dan anggota Konsorsium COVID-19 Genomics UK Riza Arief Putranto mengingatkan, ada varian lain yang perlu diwaspadai selain Corona B117 yang baru-baru ini masuk Indonesia. Adalah B1351, varian Corona Afrika Selatan yang belakangan kasusnya melonjak di Filipina. Sedikitnya sudah ada 52 kasus hingga saat ini.

"B1351 ini jokenya di antara teman-teman yang melakukan riset genomic atau virolog itu varian raja," bebernya dalam diskusi online CISDI, Sabtu (6/3/2021).

"Karena dia merupakan varian yang mengumpulkan mutasi yang banyak dan memungkinkan untuk escape antibodi dan sudah dibuktikan di dunia," ungkapnya.

Seperti diketahui, vaksin Corona Novavax sebelumnya melakukan uji coba di Afrika Selatan. Hasil studi menunjukkan penurunan efektivitas vaksin dari 86 persen menjadi 60 persen.

"Beberapa vaksin di dunia ini efikasinya turun terhadap varian ini, meskipun terhadap varian B117 masih relatif lebih baik," kata Riza.

Riza juga mengharapkan surveilans genomic Indonesia harus bisa melihat varian-varian di dalam negeri. Bukan tidak mungkin, potensi varian yang memicu lonjakan kasus hingga kurang ampuh melawan vaksin yang ada ditemukan di Indonesia.

"Surveilans genomicnya Indonesia harus mampu melihat varian-varian yang ada di dalam negeri kita yang sekarang jumlahnya ada 446 yang full genome untuk diteliti sangat dalam," katanya.

"Dan diidentifikasi apakah ada varian-varian lokal yang berpotensi seperti itu, itu juga menjadi PR," pungkasnya.



Simak Video "Ciri-ciri Gejala Corona pada Lidah"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)
Topik Hangat Corona B117 Masuk RI