Senin, 08 Mar 2021 15:56 WIB

Satgas IDI Ingatkan Obesitas Tingkatkan Risiko Kematian karena COVID-19

Ayunda Septiani - detikHealth
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak Foto ilustrasi. (Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/oonal)
Jakarta -

Ketua Satgas Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban memperingati adanya kolerasi antara kondisi orang obesitas dengan risiko kematian akibat virus Corona COVID-19.

Hal ini disampaikan melalui unggahan di akun media sosialnya pada Minggu (7/3/2021). Ia menyebut bahwa penurunan imunitas yang disebabkan obesitas telah terbukti dalam penelitian.

"Penelitian pada tikus membuktikan bahwa tikus yang obes didapati kehilangan fungsi limfosit T dan kemampuannya melawan penyakit. Sehingga kondisinya jauh lebih buruk ketimbang tikus yang tidak obes," tulis Prof Zubairi.

Menurutnya, seseorang dengan kondisi obesitas memiliki Indeks Massa Tubuh (IMT) sama dengan atau di atas 30. IMT adalah salah satu cara untuk mengetahui rentang berat badan ideal.

Tak sedikit pula orang yang IMT mencapai 40. Ini artinya, kondisi orang tersebut bisa disebut lebih serius lagi.

Prof Zubairi menyebut IMT bisa dihitung melalui Google dengan cara ketik "kalkulator BMI atau IMT", maka akan keluar hitungannya.

Prof Zubairi mengatakan kondisi seseorang dengan berat badan yang berlebih bisa menyebabkan banyak hal di tubuhnya.

"Kekebalan tubuh terganggu, sistem imun tidak ideal, hiperkoagulasi (sindrom kekentalan darah) dan peradangan kronik," lanjutnya

Selain itu, tubuh obesitas juga akan lebih mudah terkena macam-macam penyakit. Seperti jantung, paru, diabetes, sindrom metabolik, hingga darah tinggi. Sehingga, lanjut prof Zubairi, orang-orang obesitas akan semakin gawat jika terinfeksi virus Corona.

"Itu semua yang menyebabkan kondisi orang dengan obesitas lebih berat dan lebih mudah meninggal jika terinfeksi COVID-19," pungkasnya.



Simak Video "Cara Tingkatkan Saturasi Oksigen Bagi Pasien Covid-19 yang Obesitas"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/fds)