Selasa, 09 Mar 2021 11:08 WIB

BPOM Sudah Setujui Vaksin Corona AstraZeneca, Ini Efek Sampingnya

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Uji klinis vaksin COVID-19 Sinovac dari China untuk fase ke 1-2 full report sudah didapatkan BPOM. Namun, masih ada data yang kurang untuk fase ketiga. Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Ada 1,1 juta dosis vaksin Corona AstraZeneca yang sudah tiba di Indonesia. Jenis vaksin yang didapatkan dari skema COVAX ini sudah masuk dalam daftar persetujuan darurat (EUL) dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito juga akhirnya memberikan persetujuan penggunaan vaksin Corona AstraZeneca berdasarkan beberapa hal. Termasuk soal khasiat, mutu, keamanan dan efikasi vaksin.

"Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menerbitkan izin penggunaan darurat EUA pada tanggal 22 Februari 2021 yang lalu dengan nomor EUA2158100143A1, vaksin ini dikemas dalam dus berisi 10 vial masing-masing 5 ml," jelas Penny dalam konferensi pers BPOM Selasa (9/3/2021).

Adapun efek samping vaksin Corona AstraZeneca yang ditemukan adalah efek samping lokal ringan seperti bengkak di lengan hingga kemerahan.

"Kejadian efek samping yang dilaporkan dalam studi-studi klinik umumnya ringan-sedang," kata Penny.

BPOM menegaskan efikasi vaksin Corona AstraZeneca sebesar 62,1 persen setelah penerimaan dosis kedua vaksin Corona.

"Efikasi vaksin dengan dua dosis standar yang dihitung sejak 15 hari pemberian dosis kedua hingga pemantauan sekitar dua bulan menunjukkan efikasi sebesar 62,1 persen," lanjut Penny.



Simak Video "WHO Sebut Banyak Negara yang Tertarik Pakai Vaksin AstraZeneca"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)