Selasa, 09 Mar 2021 12:04 WIB

Vaksin AstraZeneca Sudah Disetujui, BPOM Ungkap Sederet Efek Sampingnya

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Jurnal Medis Lancet: Vaksin AstraZeneca Tunjukkan Hasil Menjanjikan Foto: DW (News)
Jakarta -

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah memberikan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) untuk vaksin Corona AstraZeneca. Rencananya vaksin ini akan digunakan dalam tahap kedua vaksinasi COVID-19 di Indonesia.

Total ada sebanyak 1,1 juta dosis vaksin AstraZeneca yang sudah tiba di Indonesia pada Senin (8/3/2021) sore.

Bagaimana dengan efek sampingnya?

"Hasil evaluasi keamanan berdasarkan data hasil uji klinis yang disampaikan secara keseluruhan, pemberian vaksin AstraZeneca dua dosis dengan interval 4-12 minggu pada total 23.745 subjek aman dan dapat ditoleransi dengan baik," kata Kepala BPOM Penny K Lukito dalam konferensi pers, Selasa (9/3/2021).

Dijelaskan Penny, berikut efek samping vaksin AstraZeneca yang umum terjadi.

Reaksi lokal:

  • Nyeri pada daerah bekas suntikan
  • Kemerahan
  • Gatal dan pembengkakan.

Reaksi sistemik:

  • Kelelahan
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Nyeri sendi
  • Meriang
  • Demam
  • Mual dan muntah.

"Kejadian efek samping yang dilaporkan dalam studi-studi klinik umumnya ringan-sedang," ucap Penny.

Meski begitu, Penny menjelaskan bahwa vaksin AstraZeneca telah terbukti dapat menghasilkan antibodi terhadap COVID-19 pada kelompok dewasa dan juga lansia. "Rata-rata titer antibodi (geometric mean titer) GMT-nya setelah dosis kedua dewasa yaitu 18-60 tahun adalah peningkatan 32 kali. Sedangkan lansia di atas 65 tahun di atas 21 kali," jelasnya.

Kemudian, kata Penny, efikasi dari vaksin AstraZeneca pun telah melampaui dari standar yang telah ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia, yakni minimal 50 persen.

"Efikasi vaksin dengan dua dosis standar yang dihitung sejak 15 hari pemberian dosis kedua hingga pemantauan sekitar 2 bulan menunjukkan efikasi sebesar 62,1 persen," tuturnya,



Simak Video "BPOM Setujui Penggunaan Vaksin AstraZeneca di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/up)