Selasa, 09 Mar 2021 14:44 WIB

Kematian di Korsel Tak Terkait Vaksin AstraZeneca, BPOM Jamin Keamanannya

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak BPOM jamin keamanan vaksin Corona AstraZeneca. (Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/oonal)
Jakarta -

Masuknya vaksin Corona AstraZeneca mempertebal harapan untuk segera terwujudnya herd immunity di Indonesia. Namun kabar kematian 8 warga Korea Selatan usai suntik Vaksin AstraZeneca bisa saja memunculkan keraguan tentang aman tidaknya vaksin asal Inggris ini.

Korea Disease Control and Prevention Agency (KDCA) telah melakukan investigasi terkait kasus tersebut. Hasilnya, tidak ditemukan adanya keterkaitan antara vaksin dengan kematian tersebut.

"Kami untuk sementara menyimpulkan bahwa sulit untuk menemukan kaitan antara adverse reaction yang mereka alami setelah vaksinasi dengan kematiannya," kata direktur KDCA, Jeong Eun-kyeong, dikutip dari Reuters.

Dalam temu media Selasa (9/3/2021), Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Penny K Lukito juga menegaskan bahwa kemungkinan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) bisa saja terjadi. Beberapa mungkin memicu dampak serius.

"Tentunya masing-masing dari otoritas obat dari negara masing-masing akan melakukan investigasi, dan nantinya akan disampaikan secara transparan ke masyarakat dunia. Dan sampai saat ini tentunya kita menunggu hal tersebut," jelas Penny.

Meski begitu, Penny menegaskan program vaksinasi yang sudah dimulai sejak beberapa waktu lalu akan tetap berjalan untuk mendorong terbentuknya imunitas kelompok atau herd immunity.

"Vaksinasi tetap dilaksanakan berdasarkan data uji klinis yang dikaitkan dengan aspek keamanannya. Laporan hasil uji klinik bahwa umumnya adalah (efek samping) ringan dan sedang, sehingga itu yang menjadi pegangan kita sambil terus berhati-hati karena ada upaya skrining-skrining juga di awal," lanjutnya.



Simak Video "WHO Sebut Banyak Negara yang Tertarik Pakai Vaksin AstraZeneca"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)